Subscribe:

Jumat, 10 Januari 2014





Muslihun Muslim, M.Ag.
H. Salimul Jihad, M.Ag.
Irzani, M.Pd.



NAHDLATUL WATHAN ORGANISASI PERGERAKAN KEAGAMAAN
 DAN KEBANGSAAN

Potret dan Peran NW Pada Aspek Pendidikan, Hukum Islam, Dakwah, Tarekat, Politik, dan Pengkaderan












 







Pengantar Penulis

Telah lama penulis berpikir untuk menulis sebuah tulisan yang mengungkap berbagai aspek pemahaman dan perjuangan Nahdlatul Wathan berserta sepak terjang perjalanan hidup Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang biasa disebut ”maulanasyaikh”  oleh murid-muridnya. Keinginan ini muncul sekitar tahun 2001 atau 8 tahun yang lalu ketika penulis menimba ilmu di kota Gudeg Yogyakarta. Namun, keinginan ini kelihatannya baru dapat terwujud setelah penulis meneruskan pendidikan di Kota Semarang dalam rangka menyelesaikan pendidikan S3 di Konsentrasi Wakaf Produktif tahun 2008. Dan finisingnya baru tercapai setelah ada desakan dari panitia Muktamar NW ke XII di Mataram Tanggal 8-12 Januari 2010.
Ada beberapa alasan mengapa tulisan tentang khususnya maulanasyaikh dan Nahdlatul Wathan penting dipublikasikan. Pertama, dia adalah salah seorang perintis kemerdekaan di Pulau Lombok, sehingga Dia adalah satu-satunya putera daerah Sasak-Lombok yang telah diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat. Kedua, dia adalah pelopor pendidikan modern di Pulau Lombok yang telah mengembangkan model pendidikan sorogan dengan sistim klasikal dan madrasi. Ketiga, dia adalah salah seorang ulama dengan basis yang sangat kuat yang mampu menggerakkan organisasi Nahdlatul Wathan setelah mendirikan NWDI (sekolah untuk kaum Adam) dan NBDI (sekolah untuk kaum Hawa) setelah menjalani amanah sebagai pengurus Wilayah NU Kedua di Nusa Tenggara. Keempat, dia adalah salah seorang ulama yang ikut mengembangkan tariqat dengan mendirikan Jama’ah Wirid Khusus NW dan mengarang sebuah kumpulan do’a yang sangat populer disebut Hizib Nahdlatul Wathan. Kelima, dia adalah ulama yang memiliki paham perlunya peran aktif ulama dalam kegiatan kenegaraan (politik praktis). Dan keenam, penulis adalah abiturien NW yang telah menamatkan pendidikan di lingkungan NW sejak SLTP, SLTA, sampai Perguruan Tinggi (Ma’had dan IAIH), sehingga penulis merasa berhutang budi untuk mengabdikan diri dalam menjaga ”warisan” Kyai Hamzanwadi lewat publikasi tulisan sehingga dapat dikenang oleh generasi penerusnya.

Dengan semangat ingin mengungkap berbagai aspek pemahaman dan perjalanan Nahdlatul Wathan dan pendirinya, maka tulisan ini kami beri judul ”Nahdlatul Wathan Organisasi Pergerakan Keagamaan dan Kebangsaan: Potret dan Peran NW Pada Aspek Pendidikan, Hukum Islam, Dakwah, Tarekat, Politik, dan Pengkaderan". Enam alasan itulah yang mendorong penulis untuk meneruskan kembali menulis tentang sosok Kyai Hamzanwadi dan Nahdlatul Wathan. Di samping itu, penulis sebagai salah seorang abituren NW juga merasa berkepentingan untuk mengikuti jejak kawan seperjuangan di Jakarta M. Noor (dkk) yang telah lebih dahulu menulis tentang maulanasyaikh dengan cukup serius dalam buku ”Visi Kebangsaan Religius: Refleksi Perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid”. Di samping itu, penulis ingin mengamalkan nasihat Kyai Hamzanwadi yang sering diungkapkannya: ”inna khairukum ’indiy anfa’ukum li nahdlatil wathan wa inna syarrakum ’indiy adlarrukum binahdlatil wathan” (sebaik-baik kamu di sisiku adalah yang paling bermanfaat bagi perjuangan Nahdlatul Wathan dan sejahat-jahat kamu adalah yang paling banyak merugikan perjuangan Nahdlatul Wathan).

Substansi tulisan ini memang tidaklah dianggap dapat mengenyangkan dari rasa kelaparan atau menghilangkan haus dari dahaga (laa yusminu walaa yugni minju') dari informasi tentang Kyai Hamzanwadi dan Nahdlatul Wathan. Tulisan ini lebih tepat dikatakan sebagai pelengkap penderita dari tulisan-tulisan sebelumya. Hanya saja perbedaan tulisan ini dengan tulisan sebelumnya adalah substansi tulisan telah diramu sedemikian rupa berdasarkan konteks keikinian yang dialami oleh Nahdlatul Wathan, terutama dengan semakin menguatnya peran TGKH. M. Zainul Majdi, MA, yang oleh TGH. Husnudduat dianggap sebagai episode "Nahdlatul Wathan Jilid Kedua".
Isi tulisan ini murni mencerminkan pemahaman penulis terhadap sosok Kyai Hamzanwadi, yang mungkin saja terjadi perbedaan dengan pembaca. Tentu saja latar belakang penulis yang pernah nyantri sekaligus bergelut di dunia akademis (khususnya IAIN) akan memberikan corak tersendiri dalam tulisan ini. Namun demikian, ada beberapa pesan Kyai Hamzanwadi yang penulis sampaikan dengan apa adanya berdasarkan hasil catatan harian penulis sewaktu nyantri di Ma’had Darul Qur’an Wa al-Hadis al-Madjidiyyah As-Syafiiyyah NW Pancor dari tahun 1993 sampai akhir 1997, paruh terakhir hayatnya Kyai Hamzanwadi. Bahkan ada beberapa pesan maulanasyaikh yang saya kutip dari buku harian kawan-kawan di Ma’had di antaranya dari sobat Masyhur dan Mujiburrahman.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini masih sangat sederhana dan mungkin saja masih banyak penambahan data yang harus dilakukan di masa akan datang. Kekurangan ini sangat terasa pada bab yang berbicara tentang kader NW dari masa ke masa dan perannya dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah. Bab ini sebenarnya pernah penulis presentasikan pada "Lokakarya Penerapan Kurikulum Ke-NW-an Bagi Sekolah/Madrasah NW" pada tanggal 29 November 2009 di Mataram. Al-hamduillah, presentasi itu mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para peserta dengan banyak memberikan saran-saran dan perbaikan. Namun demikian, saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca juga merupakan sumbangan maha berharga bagi perbaikan buku ini.
  Ucapan terima kasih tidak lupa kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan dan penerbitan buku ini. Kepada mereka semua yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu kami menghaturkan terima kasih jazakumullah khairan katsiro. Sebagaimana layaknya sebuah tulisan tentu masih ditemukan kekurangan di sana sini. Akhirnya, selamat membaca. Wallah al-muwaffiq wa al-hadi ila sabil al-rasyad.
Taman Karang Baru Mataram Desember 2009






Rekomendasi

Buku ini adalah salah satu buku pegangan Kader HIMMAH NW direkomendasikan untuk dibaca, ditelaah dan dikritisi.
Buku ini diperbanyak oleh HIMMAH NW untuk kalangan bukan tujuan komersil, disebabkan bacaan ini dibutuhkan manakala saat diperbanyak belum diperbanyak oleh penulis.
Hal ini sekalgus sebagai permakluman dan apabila sudah dicetak oleh yang berhak diharapkan mencari edisi aslinya.
Dan terakhir hadiah Fatihah bagi para penulis buku, semoga apa yang telah beliau karyakan bermnafaat bagi kita semua dan mendapat balasan yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.

Amin – amin ya Robbal Alamin


HIMMAH NW 2010



DAFTAR ISI


Bab I       Pendahuluan F
Bab II      Nahdlatul Wathan Sebagai Organisasi Pergerakan Keagamaan (Ruhiyah Diniyah) dan Pergerakan Kebangsaan (Ruhiyah Wathaniyah) F

Bab III    Konsep Perjuangan Kyai Hamzanwadi F

Bab IV     Metode Dakwah Kyai Hamzanwadi F
Bab V      Pemikiran Kyai Hamzanwadi dalam Konteks Pendidikan F
Bab VI     Hukum Islam dalam Konteks NW F
Bab VII    Pemikiran Kyai Hamzanwadi tentang Tasawuf dan Tarikat F
BabVIII    Kepemimpinan Wanita dalam Konteks Organisasi  Keagamaan: Kasus PB NW F

Bab IX    Kader NW Dari Masa Ke Masa dan Perannya dalam  Pendidikan, Sosial dan Dakwah IslamiyahF

Bab X     Regenerasi ala NW F

Bab XI    Pesan Spiritual Hamzanwadi (1993-1997) F
Bab XII   Konsep Pengkaderan di Tubuh Organisasi Nahdlatul WathanF
Bab XIII Mengapa KH. Zainul Madjdi, MA, Sang Cucu Maju
Menjadi Calon Gubernur NTB tahun 2008 F
BAB XIV Penutup F

Lampiran1: Prospek Penerapan Kurikulum Ke-NW-an Pada Madrasah/Sekolah Nahdlatul Wathan F
Lampiran2: Silaby Mata Pelajaran Ke-NW-an dari TK sampai SLTAF
Lampiran3: Silaby Mata Kuliah Ke-NW-anF






DAFTAR PUSTAKA


Buku/Jurnal/Artikel:
Abdul Hayyi Nu’man dkk., Nahdlatul Wathan Organisasi Pendidikan, Sosial, dan Dakwah Isamiyah (Selong: PD NW Lombok Timur, 1988).
Az-Zarnuji, Ta’lim Al-Muta’allim (Surabaya: Mutiara Ilmu, 1995).
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya  (Jakarta: ttp., 1971).
Fathurrahman Mukhtar, "Tela'ah terhadap Pemikiran TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid", Jurnal Penelitian Keislaman, Vol. 1 No. 2, Mataram Juni 2005.
H. Abdul Aziz, "Memeluk Tradisi di Alam Modern: Studi tentang Kelompok Hizib NW Lombok", dalam Mohammad Noor dkk., Visi Kebangsaan Religius.
Harian Lombok Post Tanggal 20 Desember 1999 M.
Harian Suara Merdeka, Tahun 1999.
Hartono Ahmad Jaiz, Polemik Presiden Perempuan dalam Tinjauan Islam  (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998).
Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke 21 (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1988).
H.M. Tamyiz Muharram, “Kepemimpinan Politik Perempuan”, Makalah Seminar, Yogyakarta tanggal 13-4-1998.
Jamal D. Rahman (ed), Wacana Baru Fiqh Sosial 70 Tahun KH Ali Yafie, (Bandung: Mizan, 1997).
Jurnal Ulumuna IAIN Mataram, Volume 3.
Khafifah, “Peluang dan Hambatan Perempuan dalam Jabatan Kekuasaan Publik atau Politik di Indonesia”, Yogyakarta, Seminar Sehari Tanggal 13-4-1998.
M. Quraish Syihab, Wawasan al-Qur’an (Bandung: Mizan,1996).
M. Said, al-Qur’an dan Terjemahnya  (Bandung: ttp.,1987).
Mansur Fakih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997).
Marwan Sarijo (et al), Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia (Jakarta: Penerbit Dharma Bakti, 1983).
Masnun, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid: Gagasan dan Gerakan Pembaharuan Islam di Nusa Tenggara Barat (Jakarta: Pustaka al-Miqdad, 2007).
Mohammad Noor (et al), Visi Kebangsaan Religius: Refleksi Pemikiran dan Perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1904-1997 (Jakarta: Logos, 2004).
Muslihun, “Antara Ijtihad Klasik dan Modern”, Makalah Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Tahun 1999, tidak diterbitkan.
Oman Fathurrahman, Tanbih al-Masyi: Menyoal Wahdlatul Wujud: Kasus Abdurra’uf Sinkel di Aceh Abad 17  (Bandung: Mizan, 1999).
Said Aqiel Siraj, Jawa Post, Yogyakarta, Sabtu tanggal 21 November 1998.
Siti Ruhaini Zuhayatin, “Kepemimpinan Perempuan dalam Teks Agama Perspektif Fiqih Progresif”, Makalah Seminar, Yogyakarta, 13-4-1998.
TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid, Hizib Nahdlatul Wathan wa Nahdlatul Banat (Pancor: Toko Kita, tt.).
TGKH. M. Zainul Majdi, MA, Laa Takhof Walaa Tahzan (Mataram: Tuan Guru Bajang Center, 2008).
TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid, Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru (Pancor: Toko “KITA”, 1975).
Yunahar Ilyas, Femenisme dalam Kajian Tafsir al-Qur’an Klasik dan Kontemporer (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998).
Yusuf al-Qhardawi, Konsep Ijtihad Kontemporer (Jakarta: Risalah Gusti, 1995.
Zamakhsari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai (Jakarta: LP3ES, 1984).

Pidato/Ceramah:
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW,, pada acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW,, pada acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW,  pada acara Silaturrahmi dan Halal Bi Halal Keluarga Besar NW Se-Kota Mataram, Sabtu 3 November 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW, pada acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW, pada acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGH. Hudatullah Muhibuddin Abdul Azis, M.A,. Ketua Dewan Musytasar PB NW, pada acara Rapat Koordinasi Pengurus Wilayah NW NTB, Ahad 6 Aprl 2008.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW, pada acara RKKP Pengurus Wiayah NW NTB tanggal 17 Juli 2009.
Pidato Hultah NWDI ke 74, tanggal 2 Agustus 2009 di Pancor Lombok Timur.
Pidato Hultah NWDI ke 74 tanggal 2 Agustus 2009 di Anjani Lombok Timur.
Pidato Ummi Hj. Raehanun Zainuddin Pada Acara Hultah NWDI ke 74 tanggal 2 Agustus 2009 di Anjani Lombok Timur.
Pidato Hultah NWDI ke 74 tanggal 2 Agustus 2009 di Anjani Lombok Timur.
Presentasi pada Lokakarya Penerapan  Kurikulum Ke-NW-an Pada Madrasah dan Sekolah Nahdlatul Wathan di Mataram Ahad, tanggal 29 November 2009/12 Zulhijjah 1430 H.

Wawancara:
Wawancara penulis pada pengurus NW versi Pancor dan Anjani pada saat pada acara “Shilaturrahmi dan Audiensi”  HIMMAH NW Cabang Yogyakarta, pertengahan tahun 2000 M.
Wawancara dengan TGH. M. Yusuf Makmun, tanggal 9 Maret 2009.
Wawancara dengan TGH. M. Yusuf Makmun, tanggal 29 November 2009.





RIWAYAT HIDUP PENULIS

Muslihun Muslim lahir di Rensing, Lombok Timur, 13 Mei 1974. Pendidikan pertama kali di SDN No. 3 Rensing (1987), kemudian MTs NW Rensing (1990), MA Mu'allimin NW Pancor (1993),  S1 Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor (1998). Di tahun yang sama sempat mengenyam pendidikan di MDQH NW Pancor. Pendidikan S2 (1999-2001) pada Program Studi Hukum Islam Konsentrasi Muamalah (Hukum Ekonomi Islam) Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak tahun 2006 aktif sebagai Sekretaris III Pengurus Wilayah NW NTB. Kini, sedang menekuni kajian manajemen wakaf produktif  di S3 IAIN Walisongo Semarang.
Wisudawan terbaik I IAIH Pancor (1998) ini selain  sebagai dosen tetap Ekonomi Islam  IAIN Mataram sejak 2001, juga pernah menjabat sekretaris Lab. Al-Qur’an STAIN Mataram (2002-2006), Kepala Laboratorium Komputer Perbankan Fakultas Syari’ah IAIN Mataram (2006-2008), dosen luar biasa di Fakultas Syari’ah IAIH Pancor (sejak tahun 1998), di STITA Al-Amin Gersik Kediri (2002-2006), dan di Universitas Cordova Taliwang-Sumbawa (2004-2008). Sekarang, masih dipercaya sebagai ketua penyunting Jurnal Istinbath Fakultas Syari’ah IAIN Mataram.
Penelitian dan tulisan yang telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal antara lain: Aplikasi Kredit di Bank Syariah dan Bank Konvensional (Lemlit, 2004), Menimbang Kegagalan Pendidikan Perspektif al-Qur’an (Jurnal Kependidikan IKIP Mataram, 2004), Argumen-Argumen Baru Pro-Kontra Bunga Bank (Jurnal Istinbath, 2004), Superioritas Suami dan Marjinalisasi Isteri dalam Perkawinan (Merari’) Adat Sasak Lombok (Lemlit, 2005), Urgensi KHI Bidang Perdata Khusus di Indonesia (Jurnal Istinbath, 2005), Poligami Islam Sasak: Mendialogkan Tradisi Sasak dan Kompilasi Hukum Islam di Lombok (Jurnal Istiqra’ Depag Pusat 2005), Pendapat Dosen IAIN Mataram tentang Penambahan Pengembalian Hutang-Piutang Uang Akibat Inflasi (Lemlit IAIN Mataram, 2007). 
Publikasi dalam bentuk buku: Pintu Cahaya al-Qur’an: Dasar-Dasar Pengajaran Tajwidul Qur’an (Buku Ajar Matrikulasi Dirasat al-Qur’an Laboratorium al-Qur’an IAIN Mataram, 2005), Fiqh Ekonomi dan Positivisasinya di Indonesia (Mataram: LKIM IAIN Mataram, 2005, 2006, dan 2007), Ulumul Qur’an (Buku Ajar Pusat Bahasa/Lab. Al-Qur’an IAIN Mataram 2007), Menolak Subordinasi, Menyeimbangkan Relasi: Beberapa Catatan Reflektif Seputar Islam dan Gender (Tim Penulis, PSW IAIN Mataram, 2007), Hutang Piutang dan Inflasi dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam (Mataram: LKBH IAIN Mataram 2008), dan Smart Manajemen: Studi Keterampilan Manajerial Pimpinan Dalam Mengefektifkan Kinerja Karyawan (Editor, 2009).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar