Muslihun
Muslim, M.Ag.
H.
Salimul Jihad, M.Ag.
Irzani, M.Pd.
NAHDLATUL WATHAN ORGANISASI PERGERAKAN KEAGAMAAN
DAN KEBANGSAAN
Potret dan Peran NW Pada Aspek Pendidikan, Hukum Islam, Dakwah, Tarekat, Politik, dan Pengkaderan
![]() |
Pengantar Penulis
Telah lama penulis
berpikir untuk menulis sebuah tulisan yang mengungkap berbagai aspek pemahaman dan
perjuangan Nahdlatul Wathan berserta sepak terjang perjalanan hidup Tuan Guru Kyai Haji
Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang biasa disebut ”maulanasyaikh” oleh
murid-muridnya. Keinginan ini muncul sekitar tahun 2001 atau 8 tahun yang lalu
ketika penulis menimba ilmu di kota Gudeg Yogyakarta. Namun, keinginan ini
kelihatannya baru dapat terwujud setelah penulis meneruskan pendidikan di Kota
Semarang dalam rangka menyelesaikan pendidikan S3 di Konsentrasi Wakaf
Produktif tahun 2008. Dan finisingnya baru tercapai setelah ada desakan dari panitia
Muktamar NW ke XII di Mataram Tanggal 8-12 Januari 2010.
Ada beberapa alasan
mengapa tulisan tentang khususnya maulanasyaikh dan Nahdlatul Wathan penting
dipublikasikan. Pertama, dia adalah salah seorang perintis
kemerdekaan di Pulau Lombok, sehingga Dia adalah satu-satunya putera daerah
Sasak-Lombok yang telah diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat. Kedua, dia adalah pelopor pendidikan modern
di Pulau Lombok yang telah mengembangkan model pendidikan sorogan dengan sistim klasikal dan madrasi. Ketiga, dia adalah salah seorang ulama dengan basis yang sangat kuat
yang mampu menggerakkan organisasi Nahdlatul Wathan setelah mendirikan NWDI
(sekolah untuk kaum Adam) dan NBDI (sekolah untuk kaum Hawa) setelah menjalani
amanah sebagai pengurus Wilayah NU Kedua di Nusa Tenggara. Keempat, dia adalah salah seorang ulama yang
ikut mengembangkan tariqat dengan mendirikan
Jama’ah Wirid Khusus NW dan mengarang sebuah kumpulan do’a yang sangat populer
disebut Hizib Nahdlatul Wathan. Kelima, dia adalah ulama
yang memiliki paham perlunya peran aktif ulama dalam kegiatan kenegaraan
(politik praktis). Dan keenam, penulis adalah
abiturien NW yang telah menamatkan pendidikan di lingkungan NW sejak SLTP,
SLTA, sampai Perguruan Tinggi (Ma’had dan IAIH), sehingga penulis merasa
berhutang budi untuk mengabdikan diri dalam menjaga ”warisan” Kyai Hamzanwadi
lewat publikasi tulisan sehingga dapat dikenang oleh generasi penerusnya.
Dengan semangat ingin mengungkap berbagai aspek pemahaman dan perjalanan Nahdlatul Wathan dan pendirinya, maka tulisan ini kami beri judul ”Nahdlatul Wathan Organisasi Pergerakan Keagamaan dan Kebangsaan: Potret dan Peran NW Pada Aspek Pendidikan, Hukum Islam, Dakwah, Tarekat, Politik, dan Pengkaderan". Enam alasan itulah yang mendorong penulis untuk meneruskan kembali menulis tentang sosok Kyai Hamzanwadi dan Nahdlatul Wathan. Di samping itu, penulis sebagai salah seorang abituren NW juga merasa berkepentingan untuk mengikuti jejak kawan seperjuangan di Jakarta M. Noor (dkk) yang telah lebih dahulu menulis tentang maulanasyaikh dengan cukup serius dalam buku ”Visi Kebangsaan Religius: Refleksi Perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid”. Di samping itu, penulis ingin mengamalkan nasihat Kyai Hamzanwadi yang sering diungkapkannya: ”inna khairukum ’indiy anfa’ukum li nahdlatil wathan wa inna syarrakum ’indiy adlarrukum binahdlatil wathan” (sebaik-baik kamu di sisiku adalah yang paling bermanfaat bagi perjuangan Nahdlatul Wathan dan sejahat-jahat kamu adalah yang paling banyak merugikan perjuangan Nahdlatul Wathan).
Substansi tulisan
ini memang tidaklah dianggap dapat mengenyangkan dari rasa kelaparan atau
menghilangkan haus dari dahaga (laa
yusminu walaa yugni minju') dari informasi tentang Kyai Hamzanwadi dan Nahdlatul
Wathan. Tulisan ini lebih tepat dikatakan sebagai pelengkap penderita dari
tulisan-tulisan sebelumya. Hanya saja perbedaan tulisan ini dengan tulisan
sebelumnya adalah substansi tulisan telah diramu sedemikian rupa berdasarkan
konteks keikinian yang dialami oleh Nahdlatul Wathan, terutama dengan semakin
menguatnya peran TGKH. M. Zainul Majdi, MA, yang oleh TGH. Husnudduat dianggap
sebagai episode "Nahdlatul Wathan Jilid Kedua".
Isi tulisan ini
murni mencerminkan pemahaman penulis terhadap sosok Kyai Hamzanwadi, yang
mungkin saja terjadi perbedaan dengan pembaca. Tentu saja latar belakang
penulis yang pernah nyantri sekaligus bergelut di dunia akademis (khususnya
IAIN) akan memberikan corak tersendiri dalam tulisan ini. Namun demikian, ada
beberapa pesan Kyai Hamzanwadi yang penulis sampaikan dengan apa adanya
berdasarkan hasil catatan harian penulis sewaktu nyantri di Ma’had Darul Qur’an
Wa al-Hadis al-Madjidiyyah As-Syafiiyyah NW Pancor dari tahun 1993 sampai akhir
1997, paruh terakhir hayatnya Kyai Hamzanwadi. Bahkan ada beberapa pesan
maulanasyaikh yang saya kutip dari buku harian kawan-kawan di Ma’had di
antaranya dari sobat Masyhur dan Mujiburrahman.
Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa tulisan ini masih sangat sederhana dan mungkin saja masih
banyak penambahan data yang harus dilakukan di masa akan datang. Kekurangan ini
sangat terasa pada bab yang berbicara tentang kader NW dari masa ke masa dan
perannya dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah. Bab ini
sebenarnya pernah penulis presentasikan pada "Lokakarya Penerapan
Kurikulum Ke-NW-an Bagi Sekolah/Madrasah NW" pada tanggal 29 November 2009
di Mataram. Al-hamduillah, presentasi itu mendapatkan sambutan yang luar biasa
dari para peserta dengan banyak memberikan saran-saran dan perbaikan. Namun
demikian, saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca juga merupakan
sumbangan maha berharga bagi perbaikan buku ini.
Ucapan terima kasih tidak lupa kami sampaikan kepada semua
pihak yang telah membantu dalam proses penulisan dan penerbitan buku ini. Kepada mereka semua
yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu kami menghaturkan terima kasih jazakumullah
khairan katsiro. Sebagaimana
layaknya sebuah tulisan tentu masih ditemukan kekurangan di sana sini.
Akhirnya, selamat membaca. Wallah
al-muwaffiq wa al-hadi ila sabil al-rasyad.
Taman Karang Baru Mataram Desember 2009
Rekomendasi
Buku ini adalah salah satu buku
pegangan Kader HIMMAH NW direkomendasikan untuk dibaca, ditelaah dan dikritisi.
Buku ini diperbanyak oleh HIMMAH NW
untuk kalangan bukan tujuan komersil, disebabkan bacaan ini dibutuhkan manakala
saat diperbanyak belum diperbanyak oleh penulis.
Hal ini sekalgus sebagai permakluman
dan apabila sudah dicetak oleh yang berhak diharapkan mencari edisi aslinya.
Dan terakhir hadiah Fatihah bagi para
penulis buku, semoga apa yang telah beliau karyakan bermnafaat bagi kita semua
dan mendapat balasan yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.
Amin – amin ya Robbal Alamin
HIMMAH NW 2010
DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan F
Bab II Nahdlatul Wathan
Sebagai Organisasi Pergerakan Keagamaan (Ruhiyah Diniyah) dan Pergerakan
Kebangsaan (Ruhiyah Wathaniyah) F
Bab III Konsep Perjuangan Kyai Hamzanwadi F
Bab IV Metode Dakwah Kyai Hamzanwadi F
Bab V Pemikiran
Kyai Hamzanwadi dalam Konteks Pendidikan F
Bab VI Hukum Islam dalam Konteks NW F
Bab VII Pemikiran Kyai Hamzanwadi tentang Tasawuf dan Tarikat F
BabVIII Kepemimpinan Wanita dalam Konteks Organisasi Keagamaan: Kasus PB NW F
Bab IX Kader NW Dari Masa Ke Masa dan Perannya dalam Pendidikan, Sosial dan Dakwah IslamiyahF
Bab X Regenerasi ala NW F
Bab XI Pesan Spiritual Hamzanwadi (1993-1997) F
Bab XII Konsep Pengkaderan di Tubuh Organisasi
Nahdlatul WathanF
Bab XIII Mengapa KH. Zainul Madjdi, MA, Sang Cucu Maju
Menjadi
Calon Gubernur NTB tahun 2008 F
BAB XIV Penutup F
Lampiran1:
Prospek Penerapan Kurikulum Ke-NW-an Pada Madrasah/Sekolah Nahdlatul Wathan F
Lampiran2: Silaby
Mata Pelajaran Ke-NW-an dari TK sampai SLTAF
Lampiran3: Silaby
Mata Kuliah Ke-NW-anF
DAFTAR
PUSTAKA
Buku/Jurnal/Artikel:
Abdul Hayyi Nu’man dkk., Nahdlatul Wathan Organisasi Pendidikan, Sosial, dan Dakwah Isamiyah (Selong: PD NW Lombok Timur, 1988).
Az-Zarnuji, Ta’lim Al-Muta’allim (Surabaya:
Mutiara Ilmu, 1995).
Departemen
Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: ttp., 1971).
Fathurrahman Mukhtar, "Tela'ah terhadap
Pemikiran TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid", Jurnal Penelitian Keislaman, Vol.
1 No. 2, Mataram Juni 2005.
H. Abdul Aziz,
"Memeluk Tradisi di Alam Modern: Studi tentang Kelompok Hizib NW
Lombok", dalam Mohammad Noor dkk., Visi Kebangsaan Religius.
Harian Lombok Post Tanggal 20 Desember 1999 M.
Harian Suara Merdeka, Tahun 1999.
Hartono
Ahmad Jaiz, Polemik Presiden
Perempuan dalam Tinjauan Islam
(Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998).
Hasan Langgulung, Pendidikan Islam
Menghadapi Abad ke 21 (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1988).
H.M.
Tamyiz Muharram, “Kepemimpinan Politik Perempuan”, Makalah Seminar, Yogyakarta
tanggal 13-4-1998.
Jamal
D. Rahman (ed), Wacana
Baru Fiqh Sosial 70 Tahun KH Ali Yafie, (Bandung: Mizan, 1997).
Jurnal Ulumuna IAIN Mataram,
Volume 3.
Khafifah,
“Peluang dan Hambatan Perempuan dalam Jabatan Kekuasaan Publik atau Politik di
Indonesia”, Yogyakarta, Seminar Sehari Tanggal 13-4-1998.
M.
Quraish Syihab, Wawasan
al-Qur’an
(Bandung: Mizan,1996).
M.
Said, al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: ttp.,1987).
Mansur
Fakih, Analisis Gender dan
Transformasi Sosial (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
1997).
Marwan Sarijo (et al), Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia (Jakarta: Penerbit Dharma Bakti,
1983).
Masnun, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid:
Gagasan dan Gerakan Pembaharuan Islam di Nusa Tenggara Barat (Jakarta:
Pustaka al-Miqdad, 2007).
Mohammad Noor (et al), Visi Kebangsaan Religius: Refleksi Pemikiran dan
Perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1904-1997 (Jakarta: Logos, 2004).
Muslihun, “Antara Ijtihad Klasik dan
Modern”, Makalah Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Tahun 1999, tidak diterbitkan.
Oman
Fathurrahman, Tanbih
al-Masyi: Menyoal Wahdlatul Wujud: Kasus Abdurra’uf Sinkel di Aceh Abad 17 (Bandung: Mizan, 1999).
Said Aqiel Siraj, Jawa Post, Yogyakarta,
Sabtu tanggal 21 November 1998.
Siti Ruhaini Zuhayatin,
“Kepemimpinan Perempuan dalam Teks Agama Perspektif Fiqih Progresif”, Makalah
Seminar, Yogyakarta, 13-4-1998.
TGKH. M. Zainuddin
Abdul Majid, Hizib Nahdlatul Wathan wa Nahdlatul Banat (Pancor: Toko Kita, tt.).
TGKH. M. Zainul
Majdi, MA, Laa Takhof Walaa Tahzan (Mataram: Tuan Guru
Bajang Center, 2008).
TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid, Wasiat
Renungan Masa Pengalaman Baru (Pancor: Toko “KITA”, 1975).
Yunahar
Ilyas, Femenisme dalam Kajian
Tafsir al-Qur’an Klasik dan Kontemporer (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 1998).
Yusuf al-Qhardawi, Konsep Ijtihad Kontemporer (Jakarta:
Risalah Gusti, 1995.
Zamakhsari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup
Kyai (Jakarta: LP3ES, 1984).
Pidato/Ceramah:
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW,, pada
acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW
NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW,, pada
acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW
NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW, pada acara Silaturrahmi dan Halal Bi Halal
Keluarga Besar NW Se-Kota Mataram, Sabtu 3 November 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW, pada
acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW
NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW, pada
acara Silaturrahmi antara NW, NU, dan Muhammadiyyah NTB di Sekretariat PW NW
NTB tanggal 26 September 2007.
Pidato TGH. Hudatullah Muhibuddin Abdul
Azis, M.A,. Ketua Dewan Musytasar PB NW, pada
acara Rapat Koordinasi Pengurus Wilayah NW NTB, Ahad 6 Aprl 2008.
Pidato TGKH. Zainul Madjdi, M.A., Ketua Umum PB NW, pada
acara RKKP Pengurus Wiayah NW NTB tanggal 17 Juli 2009.
Pidato Hultah NWDI
ke 74, tanggal 2 Agustus 2009 di Pancor Lombok Timur.
Pidato Hultah
NWDI ke 74 tanggal 2 Agustus
2009 di Anjani
Lombok Timur.
Pidato Ummi Hj. Raehanun Zainuddin Pada
Acara Hultah NWDI ke 74 tanggal 2 Agustus 2009 di Anjani Lombok Timur.
Pidato Hultah NWDI ke 74 tanggal 2 Agustus
2009 di Anjani Lombok Timur.
Presentasi pada Lokakarya
Penerapan Kurikulum Ke-NW-an Pada
Madrasah dan Sekolah Nahdlatul Wathan di Mataram Ahad, tanggal 29 November
2009/12 Zulhijjah 1430 H.
Wawancara:
Wawancara penulis pada pengurus NW versi
Pancor dan Anjani pada saat pada acara “Shilaturrahmi dan Audiensi” HIMMAH NW Cabang Yogyakarta, pertengahan
tahun 2000 M.
Wawancara dengan TGH. M. Yusuf Makmun,
tanggal 9 Maret 2009.
Wawancara dengan
TGH. M. Yusuf Makmun, tanggal 29 November 2009.
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Muslihun Muslim lahir di Rensing, Lombok Timur, 13 Mei 1974. Pendidikan
pertama kali di SDN No. 3 Rensing (1987), kemudian MTs NW Rensing (1990), MA
Mu'allimin NW Pancor (1993), S1 Fakultas
Syari’ah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor (1998). Di tahun yang
sama sempat mengenyam pendidikan di MDQH NW Pancor. Pendidikan S2 (1999-2001)
pada Program Studi Hukum Islam Konsentrasi Muamalah (Hukum Ekonomi Islam)
Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak tahun 2006 aktif sebagai
Sekretaris III Pengurus Wilayah NW NTB. Kini, sedang menekuni kajian manajemen
wakaf produktif di S3 IAIN Walisongo Semarang.
Wisudawan terbaik I IAIH Pancor
(1998) ini selain sebagai dosen tetap
Ekonomi Islam IAIN Mataram sejak 2001,
juga pernah menjabat sekretaris Lab. Al-Qur’an STAIN Mataram (2002-2006),
Kepala Laboratorium Komputer Perbankan Fakultas Syari’ah IAIN Mataram
(2006-2008), dosen luar biasa di Fakultas Syari’ah IAIH Pancor (sejak tahun 1998),
di STITA Al-Amin Gersik Kediri (2002-2006), dan di Universitas Cordova
Taliwang-Sumbawa (2004-2008). Sekarang, masih dipercaya sebagai ketua
penyunting Jurnal Istinbath Fakultas Syari’ah IAIN Mataram.
Penelitian dan tulisan yang telah
dipublikasikan dalam bentuk jurnal antara lain: Aplikasi Kredit di Bank
Syariah dan Bank Konvensional (Lemlit, 2004), Menimbang Kegagalan
Pendidikan Perspektif al-Qur’an (Jurnal Kependidikan IKIP Mataram, 2004), Argumen-Argumen
Baru Pro-Kontra Bunga Bank (Jurnal Istinbath, 2004), Superioritas Suami
dan Marjinalisasi Isteri dalam Perkawinan (Merari’) Adat Sasak Lombok
(Lemlit, 2005), Urgensi KHI Bidang Perdata Khusus di Indonesia (Jurnal
Istinbath, 2005), Poligami Islam Sasak: Mendialogkan Tradisi Sasak dan
Kompilasi Hukum Islam di Lombok (Jurnal Istiqra’ Depag Pusat 2005), Pendapat Dosen IAIN Mataram
tentang Penambahan Pengembalian Hutang-Piutang Uang Akibat Inflasi
(Lemlit IAIN Mataram, 2007).
Publikasi dalam bentuk buku: Pintu
Cahaya al-Qur’an: Dasar-Dasar Pengajaran Tajwidul Qur’an (Buku Ajar
Matrikulasi Dirasat al-Qur’an Laboratorium al-Qur’an IAIN Mataram, 2005), Fiqh Ekonomi dan Positivisasinya di
Indonesia (Mataram: LKIM IAIN Mataram, 2005, 2006, dan 2007), Ulumul Qur’an (Buku Ajar Pusat
Bahasa/Lab. Al-Qur’an IAIN Mataram 2007), Menolak Subordinasi, Menyeimbangkan Relasi:
Beberapa Catatan Reflektif Seputar Islam dan Gender (Tim Penulis, PSW IAIN Mataram, 2007),
Hutang Piutang dan Inflasi dalam Perspektif Hukum Ekonomi
Islam (Mataram: LKBH IAIN Mataram 2008),
dan Smart Manajemen: Studi Keterampilan Manajerial Pimpinan Dalam
Mengefektifkan Kinerja Karyawan (Editor, 2009).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar