Subscribe:

Jumat, 07 Juni 2013

KEIMANAN

WWW.HALIL AL-HIFZI.COM


KEIMANAN
  1. Pengertian Keimanan
Iman didalam (bahasa Arab: الإيمان). Sedangkan secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan Iman(إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.
A.    Menurut pandangan islam  Perkataan Imanyang berarti 'membenarkan' itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan (Mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang berMenyebarkan." Imanitu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Imanitu ada dua ImanHak dan ImanBatil. Agar manusia selalu berada dalam kebenaran, maka ia terlebih dahulu harus percaya dan patuh kepada sumber,  yaitu Allah Swt.
B.     Tahap dan Tingkatan Imanserta Keyakinan.
a.       Dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan).
b.      Diikrarkan dengan lisan (ImanKebenaran).
c.       Diamalkan (merealisasikan Imandengan mengikuti contoh Rasul).
d.      Tingkatan Keyakinan akan Kebenaran (Yaqin) adalah:
1.      Ilmul Yaqin (berdasarkan ilmu)
2.      'Ainul Yaqin (berdasarkan ilmu dan bukti-bukti akan Kebenaran)
3.      Haqqul Yaqin (berdasarkan ilmu, bukti dan pengalaman akan Kebenaran)
  1. Ada empat tanda keImanyaitu:
a.       Taqwa.
Taqwa adalah menjaga diri dari segala perbuatan dosa dengan melaksanakan segala apa yang diperintah oleh Allah Swt dan juga meninggalkan apa yang telah dilarang-Nya. KeMenyebarkanan seseorang kepada Allah Swt belum sempurna jika ia tidak bertaqwa, yakni mewujudkannya dalam bentuk yang nyata dengan beramal shaleh atau berbuat kebaikan kepada orang lain.
b.       Malu.      
Tanda keMenyebarkanan yang amat penting dari seseorang yaitu al haya’ atau mempunyai rasa malu. Maksud dari mempunyai rasa malu disini bukan kita merasa malu berbicara di depan orang banyak sehingga merasakan panas dingin jika berbicara di depan umum atau kita merasa malu dengan penampilan yang kurang meyakinkan atau kurang keren di depan teman-teman kita dalam suatu acara. Akan tetapi, rasa malu yang harus kita tanam sebagai orang yang berImanyaitu malu jika kita tidak melakukan perbuatan atau hal-hal yang telah dibenarkan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya.
c.       Sukur
Tanda keMenyebarkanan seseorang yang amat penting adalah selalu bersyukur. Allah Swt meng-anugerahkan nikmat yang banyak kepada manusia. Setiap detik dalam kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dengan yang namanya nikmat Allah Swt.
Bersyukur mengandung banyak manfaat, diantaranya yaitu mengekalkan dan menambah nikmat itu pula dengan nikmat yang lain yang berlimpah, Allah Swt berfirman: “Sesunguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)  maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih” (QS Ibrahim [14]:7).
d.      Sabar
Yang terakhir atau yang Keempat dari tanda keMenyebarkanan seseorang yaitu sabar. Sabar berasal dari bahasa Arab yaitu shabara-yashbiru-shabran yang artinya menahan atau mengekang. Secara istilah sabar yaitu menahan diri dari bersikap, berbicara, dan bertingkah laku yang tidak dibenarkan oleh Allah Swt.
Sabar merupakan bagian yang penting dari Menyebarkan. Dalam hadits yang diriwayatkan oieh Abu Nu’aim, Rasulullah saw bersabda bahwa sabar adalah sebagian dari Menyebarkan. Kedudukan sabar bagi Imansangat penting, seperti kedudukan hari Arafah dalam ibadah haji. Nabi saw melukiskan sabar sebagai barang yang sangat bernilai tinggi di surga. la juga pemah berkata, “sabar terhadap sesuatu yang engkau benci merupakan kebajikan yang besar” (HR. At-Tirmidzi).
  1. Mengapa harus berMenyebarkan
Didalam al-qur’an kita jumpai ayat yang menyuruh agar kita beragama, yang salah satu ciri beragama adalah  percaya kepada tuhan, patuh dan tunduk pada perintahnya  dan menjauhi segala larangannya. Allah Swt berfirman didalam surat arum ayat 30 yang artinya:
 maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam) sebagaMenyebarkana engkau adalah (hanif) secara kodrati memihak kepada kebenaran. Itulah fitrah Allah yang telah menciftakan manusia menurut fitrah itu… (Q.S. ar-Rum, 30:30)
Dari ayat diatas kita memproleh petunjuk tentang sebab-sebab mengapa manusia harus beragama, yaitu karena dalam diri manusia telah terdapat potensi hanif yaitu bakat (kodrati) yang memihak kepada kebenaran. Agama dating kepada manusia membawa kebenaran-kebenaran. Dengan demikian Islam menyuruh manusia beragama, maka hal itu dilakukan dalam rangka agar bakat dan kodrat yang cendrung kepada kebenaran itu dpat tersalur.
Agar manusia selalu dalam kebenaran, maka ia terlebih dahulu harus percaya dan patuh kepada sumber kebenaran, yaitu Allah Swt. Untuk itulah maka seseorang harus berIman kepada Allah Swt ini juga telah diberikan tuhan kepada manusia sejak manusia dialam azali,  alam dMenyebarkana manusia belum dilahirkan kedunia
a.       Sebab-sebab mengapa manusia harus berMenyebarkan
1.      Karena manusia memiliki potensi untuk berIman
2.      Mereka juga telah mengetahui  tentang siapa yang harus  diMenyebarkaninya.
3.      Karena didalam diri manusia terdapat hati sanubari atau rohani, tempat untuk mencintai dan merasakan sesuatu yang menguasai dan memberikan rizki kepadanya.

b.      Sebab-sebab lain mengapa manusia harus berMenyebarkan
Secara kodrati manusia menghendaki suatu tata kehidupan yang:
1.      aman
2.       damai
3.       harmonis
4.       saling menolong
5.       penuh keramahan
6.       kejujuran
7.      keikhlasan
  1. Rukun Menyebarkan
Rukun Imanada 5 yaitu:
a.    Imankepada Allah.
Berimn kepada Allah meliputi empat hal:
1.      BerImankepada adanya Allah
2.      BerImankepada Allah sebagai pengatur
3.      BerImankepada Allahsebagai pengatur
4.      BerImankepada sifa-sifat Allah Swt
Ada Allah Swt bisa dibuktikan menurut:
1.    Bukti menurut Fitrah
2.    Bukti menurut Akal
3.    Bukti menurut Agama
4.    Bukti menurut Realita
b.    Imankepada malaikat-malaikat Allah.
 a.  Pengertian Malaikat
 Malaikat disebut juga “al-malaul-a’la” yaitu kelompok      makhluk yang mendiami alam metafisika, immateri atau alam gaib. Mereka termasuk makhluk halus, tidak bisa dijangkau dan tidak bisa dibuktikan dengan panca indra. Hanya Allahlah yang mengetahui hakikat malaikat.
Imankepada malaikat hendaklah seorang muslim meyakini adanya malaikat sebagai hamba Allah yang mulia dan patuh kepada perintah serta tidak pernah berbuat durhaka kepada Allah Swt.   
c.    Imankepada kitab-kitab Allah.
a.          Kitab
Kata kitab bentuk jamaknya kutub pengertiannya menurut bahasa adalah tulisan karya tulis atau nama bagi suatu yang ditulis yang mempunyai makna.
Kitab menurut istilah adalah kitab yang dikenal yang dijanjikan   Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk mendukung kerasulannya dan menjamin memberi petunjuk kepada sesuatu yang mengandung kebahagian dunia dan akherat.
b.         Suhuf
Kata {suhuf} menurut bahasa adalah bentuk jama’ dari kata {shahifah} artinya kertas dan sebagainya yang ditulis atau sesuatu yang ada tulisannya. Dengan kata lain, lembaran-lembaran yang ada tulisannya . Sedangkan mushaf yang jama’nya musahif adalah kumpulan suhuf yang telah dijilid atau di{kidifikasi).     

d.   Imankepada rasul-rasul Allah.
Pengertian Imankepada Rasul-rasul Allah
Imankepada Rasul adalah kita percaya bahwa Allahtelah  mengutus Rasul-rasul nya, yang pertama Nabi Adam dan yang terakhir Nabi Muhammad. Mereka semua adalah manusia pilihan Allah, sebagai pemberi khabar gembira dan pemberi peringatan, didukung dengan “mu’jizat hal yang luar biasa”     

e.    Imankepada hari kiamat
a.    Pengertian hari ahkir
Hari akhir menurut istilah  ilmu tauhid adalah hari yang dimulai dengan hancurnya dunia ini dan kematian seluruh hidup, kemudian langit dan bumi diganti dengan yang lain dan diiringi dengan bangkitnya seluruh manusia serta dikembalikannya kehidupan mereka, setelah bangkit, setiap individu dihisab  amal baik dan amal buruknya.
b.     Hari kiamat
Hari Kiamat adalah hari diajukannya aneka macam urusan besar dan penting yang telah dijelaskan oleh AL-Qur’an dan Hadis, diantaranya dihadapkannya manusia kehadirat Allah Rabbul’alamin.  
c.    Tanda-tanda Hari Kiamat
Tanda- tanda sugro yang telah terjadi dan tidak terjadi lagi.
1.    Diutus Nabi Muhammad saw aebagai Rasul dan  wafatnya.
2.    Terbelahnya  bulan
3.     Api yang muncul dihijaz
4.    Berhentinya pembayaran upeti
Tanda-tanda sugro yang belum terjadi
1.      kembalinya semenanjung saudi  arabia menjadi subur makmur.
2.      Membesarnya bulan sabit
3.      Binatang buas dan benda mati dapat berbicara dengan Manusia
4.      Bumi mengeluarkan simpanannya.
5.       Kaum mislimin mengurung kota Madinah.
6.       Keluarnya Imam Mahdi       

f.     Imankepada Qada’ dan Qadar.
Pengertian Qodo dan Qodar
Menurut Etimologi
1.      Qodo adalah menetapkan (hukum) memerintah           dan,(memberitahukan ).
2.      Qodar dalam bahasa indonesia lebih populer   dengan istilah taqdir dengan istilah taqdir   memastikan, menetapkan, membatasi dan      mempertajam



Pengertian menurut istilah
1.      Qodo, menurut kitab at-Ta’rifat dan kitab Husunul Hamidiyyah penetapan dan pengadaan Allah ats segala sesuatu sesuai dengan kepastiannya dizaman azali (Lauhil Mahfuz) untuk selama-lamanya.
2.      Taqdir, menurut kitab at-Tauhid dan kitab Nuzatun Fil aqidah adalah kepastian yang ditetapkan Allah atas segala sesuatu di alam ini dan pencatatannya langsung diLauhil Mahfuz sesuai dengan ilmunya dan tuntutan hikmahnya .                                

Kesimpulan


Iman didalam (bahasa Arab: الإيمان). Sedangkan secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan Iman(إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.
Orang yang berImanselanjutnya harus percaya kepada rukun Imanyang enam, yaitu percaya kepada Allah, para malaikatnya, kitab-kitabnya, para rasulnya hari akhir dan percaya kepada qadha dan qadar. 
Mengapa orang harus berMenyebarkan, karena manusia pada dasarnya telah memiliki potensi untuk bertuhan atau beragama, sebagaMenyebarkana hal ini dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Rum ayat 30. Selain itu, karena dalam diri manusia  terdapat perasaan dan hati sanubari sebagai alat untuk berMenyebarkan.
 Manusia juga menginginkan kehidupan yang tertib dan damai, yang semuanya ini dapat dicapai dengan jalan berImandan beragama berdasarkan petunjuk agama.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar