WWW.HALIL AL-HIFZI.COM
KEIMANAN
- Pengertian Keimanan
Iman didalam
(bahasa Arab:
الإيمان). Sedangkan secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan Iman(إيمان)
diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau
'membenarkan'.
A.
Menurut
pandangan islam Perkataan Imanyang berarti
'membenarkan' itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia
(Muhammad)
itu membenarkan (Mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang berMenyebarkan." Imanitu
ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Imanitu ada dua ImanHak dan ImanBatil.
Agar manusia selalu berada dalam kebenaran, maka ia terlebih dahulu harus
percaya dan patuh kepada sumber, yaitu
Allah Swt.
B.
Tahap dan Tingkatan Imanserta Keyakinan.
a. Dibenarkan
di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan).
b. Diikrarkan
dengan lisan (ImanKebenaran).
c. Diamalkan
(merealisasikan Imandengan mengikuti contoh Rasul).
d. Tingkatan
Keyakinan akan Kebenaran (Yaqin) adalah:
1. Ilmul
Yaqin (berdasarkan ilmu)
2. 'Ainul
Yaqin (berdasarkan ilmu dan bukti-bukti akan Kebenaran)
3. Haqqul
Yaqin (berdasarkan ilmu, bukti dan pengalaman akan Kebenaran)
- Ada empat tanda keImanyaitu:
a. Taqwa.
Taqwa
adalah menjaga diri dari segala perbuatan dosa dengan melaksanakan segala apa
yang diperintah oleh Allah Swt dan juga meninggalkan apa yang telah
dilarang-Nya. KeMenyebarkanan seseorang kepada Allah Swt belum sempurna jika ia
tidak bertaqwa, yakni mewujudkannya dalam bentuk yang nyata dengan beramal
shaleh atau berbuat kebaikan kepada orang lain.
b. Malu.
Tanda
keMenyebarkanan yang amat penting dari seseorang yaitu al haya’ atau
mempunyai rasa malu. Maksud dari mempunyai rasa malu disini bukan kita merasa
malu berbicara di depan orang banyak sehingga merasakan panas dingin jika
berbicara di depan umum atau kita merasa malu dengan penampilan yang kurang
meyakinkan atau kurang keren di depan teman-teman kita dalam suatu acara. Akan
tetapi, rasa malu yang harus kita tanam sebagai orang yang berImanyaitu malu
jika kita tidak melakukan perbuatan atau hal-hal yang telah dibenarkan oleh
Allah Swt dan Rasul-Nya.
c.
Sukur
Tanda keMenyebarkanan seseorang yang amat
penting adalah selalu bersyukur. Allah Swt meng-anugerahkan nikmat yang banyak
kepada manusia. Setiap detik dalam kehidupan manusia tidak akan pernah lepas
dengan yang namanya nikmat Allah Swt.
Bersyukur mengandung banyak manfaat,
diantaranya yaitu mengekalkan dan menambah nikmat itu pula dengan nikmat yang
lain yang berlimpah, Allah Swt berfirman: “Sesunguhnya jika kamu bersyukur,
pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih” (QS Ibrahim
[14]:7).
d. Sabar
Yang terakhir atau yang Keempat dari
tanda keMenyebarkanan seseorang yaitu sabar. Sabar berasal dari bahasa Arab
yaitu shabara-yashbiru-shabran yang artinya menahan atau mengekang. Secara
istilah sabar yaitu menahan diri dari bersikap, berbicara, dan bertingkah laku
yang tidak dibenarkan oleh Allah Swt.
Sabar merupakan bagian yang penting dari
Menyebarkan. Dalam hadits yang diriwayatkan oieh Abu Nu’aim, Rasulullah saw
bersabda bahwa sabar adalah sebagian dari Menyebarkan. Kedudukan sabar bagi Imansangat
penting, seperti kedudukan hari Arafah dalam ibadah haji. Nabi saw melukiskan
sabar sebagai barang yang sangat bernilai tinggi di surga. la juga pemah
berkata, “sabar terhadap sesuatu yang engkau benci merupakan kebajikan yang
besar” (HR. At-Tirmidzi).
- Mengapa harus berMenyebarkan
Didalam al-qur’an kita jumpai ayat yang
menyuruh agar kita beragama, yang salah satu ciri beragama adalah percaya kepada tuhan, patuh dan tunduk pada
perintahnya dan menjauhi segala
larangannya. Allah Swt berfirman didalam surat arum ayat 30 yang artinya:
“maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada
agama (Islam) sebagaMenyebarkana engkau adalah (hanif) secara kodrati memihak
kepada kebenaran. Itulah fitrah Allah yang telah menciftakan manusia menurut
fitrah itu… (Q.S. ar-Rum, 30:30)
Dari ayat diatas kita memproleh petunjuk
tentang sebab-sebab mengapa manusia harus beragama, yaitu karena dalam diri
manusia telah terdapat potensi hanif yaitu
bakat (kodrati) yang memihak kepada kebenaran. Agama dating kepada manusia
membawa kebenaran-kebenaran. Dengan demikian Islam menyuruh manusia beragama,
maka hal itu dilakukan dalam rangka agar bakat dan kodrat yang cendrung kepada
kebenaran itu dpat tersalur.
Agar manusia selalu dalam kebenaran,
maka ia terlebih dahulu harus percaya dan patuh kepada sumber kebenaran, yaitu
Allah Swt. Untuk itulah maka seseorang harus berIman kepada Allah Swt ini juga
telah diberikan tuhan kepada manusia sejak manusia dialam azali, alam dMenyebarkana manusia belum dilahirkan
kedunia
a. Sebab-sebab
mengapa manusia harus berMenyebarkan
1. Karena
manusia memiliki potensi untuk berIman
2. Mereka
juga telah mengetahui tentang siapa yang
harus diMenyebarkaninya.
3. Karena
didalam diri manusia terdapat hati sanubari atau rohani, tempat untuk mencintai
dan merasakan sesuatu yang menguasai dan memberikan rizki kepadanya.
b. Sebab-sebab
lain mengapa manusia harus berMenyebarkan
Secara kodrati manusia menghendaki suatu
tata kehidupan yang:
1. aman
2. damai
3. harmonis
4. saling menolong
5. penuh keramahan
6. kejujuran
7. keikhlasan
- Rukun Menyebarkan
Rukun
Imanada 5 yaitu:
a.
Imankepada Allah.
Berimn kepada Allah meliputi empat hal:
1. BerImankepada
adanya Allah
2. BerImankepada
Allah sebagai pengatur
3. BerImankepada
Allahsebagai pengatur
4. BerImankepada
sifa-sifat Allah Swt
Ada Allah Swt bisa dibuktikan menurut:
1. Bukti
menurut Fitrah
2. Bukti
menurut Akal
3. Bukti
menurut Agama
4. Bukti
menurut Realita
b.
Imankepada malaikat-malaikat
Allah.
a.
Pengertian Malaikat
Malaikat disebut juga “al-malaul-a’la” yaitu
kelompok makhluk yang mendiami alam metafisika,
immateri atau alam gaib. Mereka termasuk makhluk halus, tidak bisa
dijangkau dan tidak bisa dibuktikan dengan panca indra. Hanya Allahlah yang
mengetahui hakikat malaikat.
Imankepada
malaikat hendaklah seorang muslim meyakini adanya malaikat sebagai hamba Allah
yang mulia dan patuh kepada perintah serta tidak pernah berbuat durhaka kepada
Allah Swt.
c. Imankepada
kitab-kitab Allah.
a.
Kitab
Kata
kitab bentuk jamaknya kutub pengertiannya menurut bahasa adalah tulisan
karya tulis atau nama bagi suatu yang ditulis yang mempunyai makna.
Kitab
menurut istilah adalah kitab yang dikenal yang dijanjikan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk
mendukung kerasulannya dan menjamin memberi petunjuk kepada sesuatu yang
mengandung kebahagian dunia dan akherat.
b.
Suhuf
Kata
{suhuf} menurut bahasa adalah bentuk jama’ dari kata {shahifah} artinya kertas
dan sebagainya yang ditulis atau sesuatu yang ada tulisannya. Dengan kata lain,
lembaran-lembaran yang ada tulisannya . Sedangkan mushaf yang jama’nya musahif
adalah kumpulan suhuf yang telah dijilid atau di{kidifikasi).
d. Imankepada
rasul-rasul Allah.
Pengertian
Imankepada Rasul-rasul Allah
Imankepada
Rasul adalah kita percaya bahwa Allahtelah
mengutus Rasul-rasul nya, yang pertama Nabi Adam dan yang terakhir Nabi
Muhammad. Mereka semua adalah manusia pilihan Allah, sebagai pemberi khabar
gembira dan pemberi peringatan, didukung dengan “mu’jizat hal yang luar
biasa”
e. Imankepada
hari kiamat
a. Pengertian
hari ahkir
Hari
akhir menurut istilah ilmu tauhid adalah
hari yang dimulai dengan hancurnya dunia ini dan kematian seluruh hidup,
kemudian langit dan bumi diganti dengan yang lain dan diiringi dengan
bangkitnya seluruh manusia serta dikembalikannya kehidupan mereka, setelah
bangkit, setiap individu dihisab amal
baik dan amal buruknya.
b. Hari kiamat
Hari
Kiamat adalah hari diajukannya aneka macam urusan besar dan penting yang telah
dijelaskan oleh AL-Qur’an dan Hadis, diantaranya dihadapkannya manusia
kehadirat Allah Rabbul’alamin.
c. Tanda-tanda
Hari Kiamat
Tanda- tanda sugro yang telah terjadi
dan tidak terjadi lagi.
1. Diutus
Nabi Muhammad saw aebagai Rasul dan
wafatnya.
2. Terbelahnya bulan
3. Api yang muncul dihijaz
4. Berhentinya
pembayaran upeti
Tanda-tanda
sugro yang belum terjadi
1. kembalinya
semenanjung saudi arabia menjadi subur
makmur.
2. Membesarnya
bulan sabit
3. Binatang
buas dan benda mati dapat berbicara dengan Manusia
4. Bumi
mengeluarkan simpanannya.
5. Kaum mislimin mengurung kota Madinah.
6. Keluarnya Imam Mahdi
f. Imankepada Qada’ dan Qadar.
Pengertian Qodo dan Qodar
Menurut
Etimologi
1. Qodo
adalah menetapkan (hukum) memerintah
dan,(memberitahukan
).
2. Qodar
dalam bahasa indonesia lebih populer dengan
istilah taqdir dengan istilah taqdir memastikan,
menetapkan, membatasi dan mempertajam
Pengertian menurut
istilah
1. Qodo,
menurut kitab at-Ta’rifat dan kitab Husunul Hamidiyyah penetapan
dan pengadaan Allah ats segala sesuatu sesuai dengan kepastiannya dizaman azali
(Lauhil Mahfuz) untuk selama-lamanya.
2. Taqdir,
menurut kitab at-Tauhid dan kitab Nuzatun Fil aqidah
adalah kepastian yang ditetapkan Allah atas segala sesuatu di alam ini dan
pencatatannya langsung diLauhil Mahfuz sesuai dengan ilmunya dan
tuntutan hikmahnya .
Kesimpulan
Iman didalam (bahasa Arab:
الإيمان). Sedangkan secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan Iman(إيمان)
diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau
'membenarkan'.
Orang yang berImanselanjutnya
harus percaya kepada rukun Imanyang enam, yaitu percaya kepada Allah, para
malaikatnya, kitab-kitabnya, para rasulnya hari akhir dan percaya kepada qadha
dan qadar.
Mengapa orang
harus berMenyebarkan, karena manusia pada dasarnya telah memiliki potensi untuk
bertuhan atau beragama, sebagaMenyebarkana hal ini dinyatakan dalam al-Qur’an
surat al-Rum ayat 30. Selain itu, karena dalam diri manusia terdapat perasaan dan hati sanubari sebagai
alat untuk berMenyebarkan.
Manusia juga menginginkan kehidupan yang
tertib dan damai, yang semuanya ini dapat dicapai dengan jalan berImandan
beragama berdasarkan petunjuk agama.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar