Teks
Pidato TGB Dr. TGKH. M. Zainul Majdi, Ma pada saat Hultah NWDI ke 77 di Pancor
Berikut ini Teks Pidato Tuan Guru Bajang Dr. TGKH. M. Zainul Majdi, Ma.Yang disampaikan dalam acara Hultah NWDI ke 77 Hari Ahad, 15 Juli 2012 M / 25 Sya'ban 1433 H di Pancor. Naskah ini diketik Ulang oleh kader HIMMAH Sesuai dengan Rekaman Video yang di liput di arena HULTAH NWDI Ke- 77 di Aula YPH PPD NW Pancor.
PIDATO
HULTAH NWDI KE-77 DI PANCOR LOMBOK TIMUR
بسم الله وبحمده
السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته
الحمد
لله. الحمد لله الذي أنعم علينا نعمة الإيمان و الإسلام وتمام بهما
من نعمة. الحمد لله الذي أنعم علينا بنعمة نهضة الوطن وما أعظمها بالنعمة. أشهد أن لاإله
إلا الله وحده لا شريك له. وأشهد أن محمدا عبده و رسوله الذي لا نبي بعده. اللهم صل وسلم
وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه ومن تبع هداه. اللهم أصلح أمة محمد صلى الله عليه و
سلم. و
فرج عن أمة محمد صلى الله عليه و سلم.
وارحم أمة محمد صلى الله عليه و سلم. وانشر و احفظ
وأيد نهضة الو طن فى العالمين بحق محمد صلى الله عليه و سلم. أما بعد.
POKOKNYA.
NW. POKOK NW. IMAN DAN TAQWA. 3x
Uminda dan Ayahanda, yang tiang
muliakan, Khadratul Masyaikh wabil khusus Al-Walid Al-Mukarrom Kiyai Haji
Abdurrosyid Abdullah As-Safi`I, Wal-Hadid Ismail Musiri Al-Makki, beserta
seluruh Masaiykh, Guru-Guru Tiang, Pimpinan Dewan Mustasyar, para Tokoh,
Sesepuh Nahdlatul Wathan, para Abituren, para Pimpinan Ma`had yang semuanya Tiang
muliakan dan tiang cintai. Wakil Gubernur, Pimpinan DPRD, para Bupati dan Wali
Kota, Bapak Deputi Mentri Koprasi dan UKM, para Tokoh Pengurus Nahdlatul Wathan dan seluruh Badan Otonom dan Non Otonom Nahdlatul Wathan dari tingkat Pengurus Besar (PB) sampai Pengurus Cabang,
Anak Cabang dan Ranting yang semuanya Tiang cintai dan Tiang hormati.
Anak-anakku para Santri dan Santriwati, Thullab dan Tholibat Ma`had Darul
Qur`an Wal-Hadits Al-Majidiah As-Syafi`iyah. (فتح الله
علينا فتوح العا رفين) Semoga
anak-anak Ma`had terus menerus menjadi orang-orang terdepan di dalam
memperjuangkan Nahdlatul Wathan Amin…ya Rabbal `Alamin….!
Seluruh santri dalam lingkup Pondok
Pesantren Darunnahdlatain khususnya yang tadi telah kita saksikan di depan
Tiang Pelungguh bersama mendapatkan penghargaan dari Pondok Pesantren atas
prestasinya. Alhamdulillahi Robbil`alamin, bangga hati Tiang Pelungguh enggih…..!
mudah-mudahan trus menerus ne berombok bije jari Tiang Pelungguh siq
berprestasi. Insya’Allah Amin Ya…Rabbal`alamin……!
Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, para Hadirin
sekalian. Warga Nahdliyin Nahdliyat yang datang dari tempat jauh, termasuk para
anggota DPR RI Bapak Rahmat Hidayat, Bapak Dr. Abdurrahman Abdullah dan
semua tamu, yang tiang muliakan. Alhamdulillah Wa Syukurillah, puji dan syukur
hanya milik Allah SWT. Dekne arak sik tiang bau sampaiang lek pelungguh pada
kesempatan yang mulia ini, selain tiang mengajak tiang pelungguh teluek-luek
ngucapang syukur lek de side Allah SWT. Alhamdulillahi Robbil`almin lek jelo
mangkin niki 25 Sya`ban 1433 H tiang pelungguh, kita semua dapat hadir di
tempat ini, tempat yang baik karena tidak henti-hentinya semasa hayat Al-Magfurulahu,
tempat ini diinjak oleh kaki-kaki para ulama’ lekan Mekah, lekan Madinah, lekan
Mesir, Alhamdulillah sampai saat ini juga tetap diinjak, didatengi oleh
orang-orang yang baik dari seluruh penjuru. Alhamdulillahirobbil`alamin.
Sai orang baik niki ….? Pelungguh
semuanya para pecinta Al-Magfurulahu Maulanassyaikh
Alhamdulillahirobbil`alamin. 25 Sya’ban 1433 H. tiang pelungguh memperingati
ulang tahun perjuangan. Nahdlatul Wathan itu lahir, dibentuk oleh Al-Magfurulahu Maulanassyaikh
untuk menghimpun ite selapuk untuk berjuang. Maka setiap Hultahnya adalah
Hultah Perjuangan. Mangkin 25 Sya’ban laeek…! 77 tahun yang silam. Tepatnya
pada 15 Jumadil Akhir 1356 H. Lebih sekedik 77 tahun menurut perhitungan
Hijriyah atau menurut perhitungan Miladiah Tanggal 22 Agustus 1936 sekitar
hampir 76 Tahun yang lalu, NWDI didirikan oleh Al Magfurulah
Maulanassyaikh, 77 tahun silam. Usia yang panjang kalau bahasa tiang pelungguh,
sudah cukup tua. Wah ngonek 77 Tahun, tapi Alhamdulillah masih terjaga dan
dipelihara oleh Allah SWT. Bahkan murid-murid Al Magfurulah pecinta-pecinta
Al-Magfurulahu, setiap waktu semakin berombok dengan sik cinta lek Al
Magfurulah. Ndek ne sekedar sik dengan sak bedait doang secara langsung, bahkan
sik endek ne wah bedait, yang tidak pernah bejumpa dan melihat secara langsung,
begitu mendengar kisah perjuangan beliau, lansung jatuh hati kepada
Al-Magfurulahu.
Apa maknanya Bapak-Bapak/Ibu-Ibu
hadirin khadirat yang berbahagia? Lamun te mele te sayang te kangen sik dengan,
kalau kita mau disayangi, dicintai dan diingat bahkan jauh setelah kita wafat,
maka mari di dalam kehidupan kita ini, kita isi umur kita dengan kebaikan. Mun
te ngisik ye sik kebagusan daka’ te wan ninggal 5 Tahun 10 Tahun, termasuk
Al-Magfurulahu Maulanassyaikh Tanggal 21 Oktober 1997 M. 15 Tahun yang lalu,
sudah wafat, tapi tetap kita cinta, tetap kita ingat Bapak Ibu enggih….! Ingat
Bapak Ibu….?
Alhamdulillah 6 Tahun setelah itu,
didirikan oleh Al-Maghfurullah Nahdltul Wathan. Nahdlatul Banat Diniah
Islamiah, Tanggal 15 Rabi`ul Akhir 1363 H, 7 tahun setelah 1356, kemudian 1363
H dibangun Nahdlatul Banat. Mengapa? Karena Al Magfurulah sadar, bahwa kalau
perempuan, sebagai mana disampaikan dalam satu atsar bahwa setengah dari
masyarakat adalah kaum perempuan. Ndek mungkin masyarakat di NTB maju mun
dengan nine ndek ne maju, dek ne mungkin. Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok
Barat, bahkan seluruh alam ini maju, peradabannya hebat, kecuali dengan nine
endah harus maju.
Dua NWDI dan NBDI ini disebut oleh
Al Magfurulahu sebagai “Dui Tunggal Pantang Tanggal” maknanya dua sik besopok
sik endek ne kanggo te pisah, NWDI dan NBDI. Beberapa waktu kemudian pada 1953
Al-Magfurulahu begitu melihat banyak madrasah-madrasah di seluruh penjuru,
tumbuh majlis-majlis ta’lim semakin banyak, amal-amal sosial, pantai asuhan
semakin banyak, maka didirikanlah organisasi Nahdlatul Wathan. Telu perjuangan, mudah–mudahan dipelihara oleh Allah SWT.
Alhamdulillahirobbil’alamin. Maka pada kesempatan ini Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu
hadirin dan hadirat yang berbahagia pantas, untuk tiang pelungguh merenung.
bagi tiang pelungguh, bagi kita warga Nahdlatul Wathan, yang mendapatkan ilmu di sekolah-sekolah Nahdlatul Wathan yang ada di majlis-majlis, abituren-abituren Nahdlatul Wathan yang pernah mendapatkan kebaikan langsung maupun tidak
lansung dari Al Magfurulahu Maulanassyaikh. Pantas untuk tiang pelungguh pada
kesempatan Hultah yang ke-77 ini dan seterusnya merenungkan apa yang
telah kita lakukan untuk menjaga perjuangan Nahdlatul Wathan. Bagaimana ite sebagai warga Nahdlatul Wathan tao bersyukur terhadap nikmat NW. Eee….jangan lupa
Bapak-Bapak/Ibu-Ibu bahwa selapuk nikmat itu dari Allah SWT. Itu ada tanggung
jawabnya.
Di dalam Al-Qur’an Allah
menceritakan tentang keadaan suatu kaum yang namanya kaum Saba’ . Nikmatnya
banyak, besar, hebat, maju luar biasa tetapi begitu tidak mampu memelihara
nikmat sedikit demi sedikit, satu persatu nikmat itu dicabut oleh Allah SWT.
na’uzubillahi minzalik enggih…! tiang pelungguh Bapak-Bapak/Ibu-Ibu hadirin dan
hadirat sekalian yang berbahagia, mewarisi karya ulama’ besar Al Magfurulah
Maulanassyaikh. Guru dari kita semua, orang tua dari kita semua, bahkan kasih
sayang Al-Magfurulahu semua bisa dirasakan, semua bisa menikmati bahkan jauh
setelah wafat beliau. Kita semua yang mewarisi perjuangan Al-Magfurulahu
Maulanassyaikh diberikan modal perjuangan Nahdlatul Wathan dengan sekian banyak madrasah, dan sekian banyak pantai
asuhan, dan sekian banyak majlis ta’lim. Tidak ada kata lain bagi kita semua
Bapak-Bapak/Ibu-Ibu kecuali mari te bareng-bareng nerusan perjuangan niki, te
terusang perjuangan niki enggih..! tetap kita hidupkan kan madrasah enggih…!,
tetap kita majukan majlis ta’lim enggih…! Tetap kita perkuat kekompakan kita
enggih..! Alhamdulillahirobbil’alamin.
Bapak-Bapak/Ibu-Ibu para hadirin dan
hadirat yang berbahagia Al-Magfurulahu Maulanassyaikh Kiyai Haji Muhammad
Zainuddin Abdul Majid mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan ada tujuannya. (لأغراض ). Ada cita-cita dibalik pendirian
madrasah. Ada cita-cita dibalik NWDI dan NBDI. Al-Magfurulahu ndek wah
sepanjang hidupnya melakukan sesuatu sik ndek ne bermanfaat, selapuk sik te
laksana’ang oleh Al Magfurulahu pasti berdasarkn cita-cita mulia. Arak
tujuan ne. Sering tiang pelungguh disampaikan oleh Al-Magfurulahu (لإعلاء كلمة الدين.
لعز الإسلام والمسلمين). Lembaga Nahdlatul Wathan ini wadah perjuangan untuk mencapai apa? Adekne ite,
selapuk dengan islam sak arak lek NTB nie dek te kalah sik dengan lain, adek ne
ite umat yang ada di NTB ine, bisa maju seperti umat-umat yang lain bisa maju,
bahkan lebih dari yang lain. Melalui apa? Melalui dakwah islamiyah yang
bermanfaat untuk umat .
ربنا
أتنا فى الدنيا حسنة وفي الأخرة
Al-Magfurulahu Maulanassyaikh
mendirikan Nahdlatul Wathan dengan cita-cita mulia, kan sering disebutkan oleh para
ulama’ bahwa mun te mele sukses leq sopoq perjuangan, yang pertama; (صدق العظيمة).
Maknanya harus ada keyakinan terhadap perjuangan itu. Kalau tidak ada keyakinan
tidak mungkin akan sukses. Maka Nabi kita, Muhammad SAW mengatakan kalau ada
keyakinan, kalau ada kepastian, dan ketetapan hati maka semua
tantangan-tantangan seberat apapun akan terasa ringan, arak doang jalan te
sampai lek tujuan. Yang kedua lamun te berjuang si no harus jelas tujuan
te. Pertama, keyakinan ada tetapi kalau tujuan tidak ada, maka tidak ada
hasilnya. Harus jelas apa yang ingin kita capai, jangka pendek, jangka
menengah, jangka panjang. Yang paling panjang, untuk kita sebagai makhluk Allah
adalah mencapai ridho Allah SWT. Untuk di dunia adek te bau mauk keberkahan ( ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفي الأخرة ) ne bagus dunian te, ne bagus akhirat te. Maknanya Rizkin te
cukup, badan te sehat, bije jarin te jari bije jari sik bagus, sik berprestasi
marak sak ngonek. Satu dari MA Mu’llimat dan empat dari MA Mu’allimin.
Menunjukkan NWDI dan NBDI selalu berprestasi hebat!. Tidak hanya tingkat NTB
tetapi tingkat Nasional. Yang tadi itu betul-betul dari madrasah yang memang
pokok NWDI dan NBDI. Ada empat orang dari NWDI dan satu orang dari NBDI.
Tiang lulusan MA Mu’allimin tapi tidak pernah mendapat medali tingkat
Provinsi, tidak pernah Kabupaten pun tidak pernah. Apa lagi tingkat Nasional.
Subhanallah. Bangga hati tiang, bangga hati side selapuk? Kita lihat anak-anak
kita dan tidak hanya pada ilmu-ilmu sam’iyah. Tidak hanya dalam ilmu yang
sering disebut ilmul islamiyah seperti Tafsir, Hadits. Kalau baca kitab
Alhamdulillah siswa/siswi, murid-murid Nahdlatul Wathan pada Musabaqoh Fahmi Kutubitturos juga dapat prestasi.
Kalau sekarang kita lihat ada yang
mendapat Mendali Emas, Medali Perak, Medali Perunggu dalam bidang ilmu apa?
Ilmu Biologi, Ilmu Fisika, Ilmu Matematika, Ilmu Kimia. Masya’allah selapuk
ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu islamiah, salah mun arak lek fikiran tiang
pelungguh bahwa ilmu-ilmu islamiyah itu hanya Ilmu Tafsir, Nahu, Sharef Atau
Balagoh tidak. Bukan hanya itu selapuk ilmu sak bermanfaat sak mudahang tiang
pelungguh di dalam kehidupan, minak kehidupan tiang pelungguh jari semakin
bagus, semakin maju, semakin mempermudah tiang pelungguh beribadah kepada
Allah. ilmu yang menyebabkan ite mun te lalo naik haji lekan Lombok aning mekah
si laek membutuhkan waktu dua tiga bulan kalau sekarang membutuhkan waktu
10 jam. Ilmu apa yang menyebabkan kita cepat sampai disana? Bukan Ilmu Nahwu
Sharf, Ilmu Balagoh, tetapi Ilmu Teknik. Ditemukan teknologi, ditemukan
pesawat, semakin cepat kita sampai, semakin mudah kita beribadah. Ilmu yang
mempermudah ibadah kita, yang mempermudah urusan dunia kita, yang memberikan
kita jalan untuk mencari karunia Allah di dunia. Itu ilimu-ilmu keislaman.
Selapuk warga Nahdlatul Wathan bije jarin de sekolahang supaya berprestasi. Itulah menjadi
kebanggaan Al-Magfurulahu Maulanassyaikh.
Yang ketiga katanya ulama lamun te
mele sukses (استقامة الطريقة). maknanya tetap terus istiqomah pada apa yang ada pada
garis perjuangan te bareng-bareng. Ndek ne arak manusia sehebat apapun bahkan
dulu Nabi kita Muhammad SAW pun seperti itu. Ndek ne arak sopoq manusia sik
mesak-mesak ne, yang sendirian mampu untuk mencapai suatu tujuan yang mulia.
Perjuangan semakin besar maka semakin banyak diperlukan kekompakan,
semakin banyak yang harus berjuang untuk mencapai itu. Itilah sebabnya
Maulanassyaikh mendirikan Nandlatul Wathan untuk menghimpun potensi umat “
sesungguhnya Allah SWT, pada orang-orang dijalan Allah itu kompak, agar
orang-orang bercita-cita memperjuangkan sesuatu itu bersama-sama supaya saling
mengisi. Arak sak skek kurang sik lain mengisi. Zainul Majdi
ini banyak kurangnya. Side sik ngisik tiang, side kurang tiang isi, te
saling isi itulah nikmat Allah kata Nabi “ orang mukmin itu cermin bagi mukmin
yang lain “. Maknanya sik te gitak apa sik arak lek batur te ino marak angkun
ne ite si ngepe ye, sehingga apabila arak kekurangan batur bukan justru kita
rendahkan, bukan kita saling umpat.
Terlalu banyak energi kita di
NTB ini habis untuk saling menjatuhkan. Sehingga tidak ada tersisa energi untuk
membangun. Dilihat saudaranya kurang, semakin dijelekan, dilihat saudaranya ada
kehilafan semakin diungkit-ungkit, dilihat sesuatu yang kurang bagus, bukan
diperbaiki tapi dijadikan bahan omongan. Sampai onta masuk ke lubang jarum
kalau sesuatu yang tidak baik itu hanya diomongkan dan tidak diperbaiki tidak
mungkin akan bisa nenjadi baik. Jadi kalau kita lihat batur lek dalam keadaan
kita bermasyarakat, coba angkat tangan siapa yang merasa diri sempurna? Tidak
ada yang sempurna. Bahkan perintah Allah SWT agar umat islam itu selalu tidak
putus di dalam berjuang.
بنيان
مرصوص
Apabila suatu perjuangan itu sudah
selesai, maka di tampakanlah ada hal lain yang harus dikerjakan. Minak te
madrasah rasa-rasanya semua kekuatan kita tumpahkan untuk membangun suatu
bangunan, begitu selesai ternyata tuhan memberikan kita tugas yang lain. Ada
bangunan yang lain kita harus selesaikan. Itulah umat islam kalau ada yang
kurang kita sama-sama perbaiki. Kalau ada diantara saudara kita yang
membutuhkan bantuan kita bantu. Menghimpun potensi umat itulah ajaran dari
Al-Magfurulahu Maulanassyaikh. Allah itu suka mun te bareng-bareng ibaratnya ” بنيان مرصوص”
maknanya bangunan yang kokoh, marsus tidak ada satupun lubang yang bisa
dimasuki oleh bisikan setan yang bisa menjadi jalan untuk menghancurkan
bangunan yang kokoh itu. Kenapa? Sik kokoh kuatnya marsus berbeton
seperti baja tidak ada satu pun lubang.
Itulah perjuangan yang dicintai
Allah SWT dan itu pula harapan Al Magfurulah saat mendirikan Nahdalatul Wathan.
Jadi Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah, Nahdlatul Banat Diniah Islamiah bukanlah
tempat kita saling menjelek-jelekkan. Bukan tempat untuk menyebut aib orang,
tapi ini adalah wadah perjuangan. Kalau ada di antara kita. sai-sai ne, siapa
pun termasuk saya, kalau ada di antara kita, kesukaan kita hanya
mengungkap-ungkapkan ke kurangan, saling menjatuhkan, menjelek-jelekkan satu
sama lain. ndek ye tene taok te. Bukan di Nahdlatul Wathan tempat anda. Nahdalatul wathan dibangun oleh Al Magfurulahu
untuk menghimpun potensi umat.
Nahdlatul Wathan dibangun oleh Al Magfurulahu untuk mengajarkan kita, bahwa
kita semua punya tanggung jawab. Al Maghfurulah mendirikan Nahdlatul Wathan menghimpun potensi umat. Skek, ndek ne potensi sik lenge,
mun potensi sik lenge jek, be ite-ite mesak-mesak wah ngurus dirik te, potensi
sik bagus sik te himpun, potensi yang baik, kalau potensi yang tidak baik itu
pribadi-pribadi, untuk memperbaikinya masing-masing. tapi potensi yang baik
terhimpun dalam Nahdlatul Wathan. Semangat untuk membangun, semangat untuk berdakwah,
semangat untuk ‘amar ma’ruf nahi mungkar, menghimpun potensi umat.
Al Maghfurulah mendirikan Nahdlatul Wathan juga untuk mengajarkan tiang plungguh masing-masing, untuk
masing-masing belajar bertanggung jawab, ( كل كم
راع وكل راع مسئول عن رعيته )
Kalau dulu bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin hadirat yang berbahagia, banyak di
antara tiang plungguh yang menganggap bahwa nasib kita itu ditentukan oleh
orang lain. ado pokok ne aku, ku ngene-ngene wah, saya begini sajalah, biar dia
yang bekerja, ooo saya ini bukan pegawai, saya ini orang biasa, biar Pemerintah
yang menyelesaikan. ooo saya ini orang yang lemah, tidak punya kemampuan, tidak
punya potensi, biar yang lain yang bisa yang menyelesaikan.
Melalui Nahdlatul Wathan, Al-Maghfurullah mengajarkan kepada kita bahwa kita semua
punya potensi. Ite semua bedue kelebihan, ite semua bedue kelebihan, “ لكل شيئ مزية ”
segala sesuatu itu punya keistimewaan. Apalagi manusia, manusia yang Allah SWT
sendiri menyampaikan lek dalam Al- Qur’an “ ولقد
كرمنا بني أدم ” Allah sik
muliyaang ite. Masak, Allah SWT memuliakan kita, kemudian kita
menghinakan diri kita sendiri? Mulia kita selapuk geh bapak-bapak, ibu-ibu geh,
tao ite, maju ite Insya’Allah selapuk lamun te mele bareng- bareng. Kita ambil
tanggung jawab itu. Tuan Guru bertanggung jawab dengan pengajar, orang yang
punya tenaga membantu dengan tenaganya, side juga. semua kita
masing-masing, bahu-membahu, semua penuh kesadaran, saya bertanggung jawab!, Itu
sebabnya Al-Maghfurulahu dari awal menumbuhkan”الثقة
بالنفس ”, kemandirian. Ndek ne
arak cerite Nahdlatul Wathan no bergantung lek Pemerintah, ndek ne arak cerite, ndek ne
kanggo endah bergantung lek Pemerintah. Mun te mele pinak madrasah, pinak wah
ite wah, mun ne bantu sik Pemerintah, Alhamdulillah. Mun ndek ne bantu jek,
bee…. Kelewatan lalok mun basan te.
Tetapi Nahdlatul Wathan tidak dibantu berpuluh-puluh tahun, tidak masalah. Tidak
masalah, sekarang kader Nahdatul Wathan kebetulan diamanahkan menjadi Gubernur
NTB tapi sekali-kali ndek ne kanggo NW itu bergantung kepada Pemerintah. Ndek
ne kanggo, lek mbe taok te bergantung? Lek de side Allah. Setelah lek de side
Allah, lek ite kemampuan te, sik te icanin oleh de side Allah SWT. Mun te
bersandar lek de side Allah ndek ne arak kekuatan lek dunia sine bou ngalahang
ite, mun te besandar lek de side Allah. Bersandar kepada yang Maha Kuat akan
menjadi kuat. Mun lek Gubernur taok de besandar لااله
إلا الله" “, tiang bae
tempo-tempo lemes idap awak tiang, ampok side malek nyandar-nyandar lek tiang,
ndek tiang mouk. Dendek lek Gubernur bersandar, dendek lek bupati
bersandar, dendek lek sai-sai bersandar. Te bersandar lek side Allah dan
bersandar pada kekompakan kita, jamaah Nahdlatul Wathan. Dan buktinya nyata, buktinya hampir 900 Madrasah Nahdlatul Wathan itu di bangun karena kemauan kita. Coba lihat Al
Magfurulahu Maulana Syaikh didalam wasiatnya ada foto beliau tahun 1936 ketika
membangun NWDI apa yang kita lihat di depan beliau, yang bersama beliau itu
bukan Datu, bukan Datu pada waktu itu karena waktu itu masih penjajahan
juga, bukan orang Belanda tempat beliau minta tolong, bukan orang Belanda atau
siapa yang dia minta yang di ajak oleh Al-magfurulah tidak, tapi di depan
beliau adalah jamaah semua ngeson apa arane? Geres. Satu jamaah ngeson, apa
ngeson bahasa Indonesia? Me.. me…apa? bukan memikul, ngeson hebat bahasa sasak
ndeh, jadi ada ternyata di antara bahasa sasak itu ndak ada bahasa
indonesianya. Apa coba ngeson? Ngeson itu ne, apa? bukan memikul kalau memikul
disini, menjinjing? Bukan menjinjing juga. Ngeson dah pokoknya. Siapa saja yang
ngeson pada waktu itu? Yang menaruh pasir dengan wadah tilam, wadah tilam yang
mungkin di buat dari anyaman daun kelapa, yang mungkin di buat dari anyaman
bambu, mungkin sebagian juga di buat dari bahan tanah liat atau sebagian dibuat
dari seng mungkin pada waktu itu. Tidak ada satupun, yang pada waktu mengeson
itu sendirian, dia membayangkan bahwa akan jadi dengan pasir yang di taruh
dikepala itu. Madrasah seperti yang ada sekarang kita saksikan, tidak ada.
Itulah sebabnya Imam Fakhruddin Arrozi mengatakan bahwa “Tak ada kekhususan
yang lebih hebat bagi umat Nabi Besar Muhammad SAW, kecuali kekhususan yang
dititipkan Allah Fiihai atil jamaah pada saat mereka itu berjamaah” artinya
apa? Pada saat kita berjamaah itu ada berkah dari Allah, ada kekuatan yang
tidak ada kalau kita sendrian-sendirian, mun te mesak-mesak, ya Allah berapa
kali kita ngeson baru bisa selesai bangunan Madrasah, mungkin sampai habis umur
kita ndak akan selesai. Kalau kita sendiri tidak akan ada apa-apa, tapi begitu
kita bersama, datang keberkahan dari Allah. ‘’البركة
في الجماعة, البركة مع الجماعة”
keberkahan itu bersama, itulah yang dibangun oleh Al-magfurulah dan dengan
kebersamaan itu Al-magfurulah Maulana Syaikh memberikan kepada kita tanggung
jawab ne ngajar ite bertanggung jawab. Seakan-akan mengatakan eh orang NW kalau
kamu mau nasibmu berubah, rubah dengan dirimu sendiri. Hey wargaku, hey
saudaraku, hey temanku, hey sahabatku kalau engkau mau maju, dengan kakimu
sendiri kamu maju. Bukan dengan menitip kepada orang lain, bukan dengan
digendong dengan orang lain, dengan kakimu sendiri. Bergerak, bergerak! Itu
sebabnya Al-Mukarrom guru kita Bapak Kiyai Haji Abdurrasyid Abdullah As-Syafi’i
menyebutkan apa yang sering Al-Magfurulah sampaikan “Matahari adalah Guruku,
Guruku adalah Matahari”, itu kata Al-Magfurulah Maulanasyaikh. Sifat matahari
tidak pernah berhenti, terus-menerus bergerak, sifat matahari itu adalah selalu
memberikan yang bermanfaat, itulah Al-Magfurulah Maulanasyaikh.
Dengan cara beliau, pengajaran
beliau membangun Nahdlatul Wathan mengajak kita bertanggung jawab terhadap masa depan kita, “إن الله لايغيرما بقوم حتى يغيرواما بأنفسهم”. Melalui organisasi Nahdlatul Wathan Al-Magfurulah juga mengajarkan kepada kita untuk
bersama-sama merumuskan tujuan kita bersama. Apa-apa yang akan kita kerjakan te
bareng-bareng, te musyawarahang, kita sepakati apa tujuan kita, apa
cita-cita kita dan bersama-sama kita kerjakan. Itu makna berorganisasi. Dulu
Bapak-Bapak Ibu-Ibu pada zaman Baginda Rasulullah SAW, tidak ada organisasi.
Maka ada orang berkata, “kenapa kok sekarang buat-buat organisasi?” macam-macam
ada NW, ada NU, ada Muhammadiyah, ada macam-macam. Padahal dulu pada zaman
Rasulullah SAW tidak ada organisasi, ow berarti organisasi itu tidak bagus, itu
kata sebagian orang. Yaa aran jak dengan kan ngeraos sesuai ilmu ne, nggih. ye
mune peje doang bilang jelo deit ne, be peje sik sugul, mune bilang jelo ne
tokol lek bale be ndek erek sik, ndek ne erek sik sugul kecuali apa sik gitek
bilang jelo lek bale, tapi kalau orang belajar ilmu seperti Al-Magfurulah
Maulanasyaikh, seperti pendiri Nahdlatul Ulama Khadratussyaikh Kyai Haji Hasyim
As’ariy, seperti pendiri Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Dahlan maka mereka tahu,
bahwa salah satu jalan bagi umat islam, agar kehidupan bisa semakin baik, agar
kualitas umat bisa semakin meningkat adalah dengan menghimpun potensi dan
itulah sebabnya beliau-beliau termasuk Al-Magfurulah mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan.
Itu sebabnya ada dulu seorang
namanya Syaikh Rasyid Ridho mengatakan, kata beliau
“ مالا يتم الواجب فهو واجب, فلا بد من تأليف على جمعية الد ينية والخيرية
حتى نستطيع أن نحي حيا ة طيبة ”
Syaikh Rasyid Ridho mengatakan “
keadaan sekarang, pada zaman beliau laek, apalagi sekarang, kalau dulu cukup
baginda Rasul SAW mengajak dengan wahyu yang diberikan kepada beliau, dengan
kekuatan dari malaikat Jibril, dengan Al Qur’an yang diwahyukan kepada beliau,
mengajak dengan ucapan Nabi, semua ikut. Tapi sekarang keadaan berubah, terlalu
banyak kepentingan-kepentingan, hal-hal, informasi, segala macam yang baru yang
masuk ke dalam umat. Maka untuk membangun kekuatan perlu yang pertama himpun
potensi kebaikan, dibangunlah organisasi. “مالا يتم
الواجب فهو واجب,” karena
tujuannya adalah agar meninggikan kalimat Allah, tujuannya adalah memajukan
umat, maka tujuan itu adalah wajib, maka sarananya pun atau jalan mencapai
tujuan itu juga hukumnya wajib. Sesuatu yang apabila ndek te gawek, maka satu
kewajiban tidak dapat dilaksanakan maka hukumnya sesuatu itu juga wajib.
Side beketek aning Pancor, bau side
selun-selun datang beketek? Ooo ndek, harus ne taek juluk sesuatu, taek
de sesuatu sino iye ibarat kendaraan sik nyampeang side, maka wajib hukumnya de
ngadu ye. Suatu sarana itu supaya sampai kepada tujuan. Nah itulah, bapak-bapak
dan ibu-ibu, Al-Maghfurulahu Maulanasyaikh tujuannya sangat mulia, mengimpun
kita semua dalam kebaikan. Mudah-mudahan, terus-menerus dapat kita jaga bapak
ibu geh.
Maka setelah 15 tahun Bapak-Bapak
Ibu-Ibu hadirin sekalian yang berbahagia Al Magfurulah Maulana syeikh
meninggalkan tiang peliungguh, raga beliu meninggalkan kita tapi ilmu beliau
tetep bersama kita, maka bagi tiang pelungguh yang perlu sekarang setelah Al
Magfurulah maulana syeikh wafat adalah “توريث القيام “ mewarisi dan mewariskan pada saatnya
nilai perjuangan. Luek cerite lek dalam sejarah islam, kalau mangkin kita bedoe
imam panutan kita namanya imam syafi’i kemudian ada imam-imam yang lain yang
tiga kemudian ada imam hanafi, imam maliki, amam hambali. Ada empat mazhab
imam-imam yang hebat tetapi sesungguhnya laek Bapak-Bapak Ibu-Ibu pada zaman
beliau-beliau ada imam-imam yang lain yang tidak kalah hebatnya di banding
beliau.
Pada zaman imam malik ada imam
namanya Laiz Ibnu Sa’ad tokoh Imam yang hebat yang luar biasa tidak kalah
alimnya dari Imam Malik, tapi mengapa ajaran imam Malik itu yang hidup sampai
karang sedangkan mazhab Imam Laiz itu tidak ada yang mengikuti kenapa..?
sebabnya adalah dekne arak pewarisan ilmu, dek ne arak murid-murid sak nulis
tentang ajaran imam Laiz membuat satu kitab menjadi pedoman untuk di amalkan
dari generasi –ke generasi. Pade- pade guru sama guru sama-sama alim tetapi
yang satu punya murid yang berbakti terus nyambung terus ke bawah, terus
ngamalang ajaran-ajaranne maka hidup terus. Yang satu walaupun dia alim tapi
murid-muridnya tidak bisa meneruskan..! hilang di telan zaman.
Ada Imam Ibnu Jarir Attobari
dengan luar biasa alimnya tafsirnya sampai 30 jilid dan semua orang yang
menulis tafsir birriwayah itu berhutang kepada beliau kenapa..? karana beliau
yang paling pertama mengumpulkan dalam bentuk yang paling hebat tafsir
birriwayah tetapi mazhab beliau sekarang dek nearak wah telang kenapa..? bukan
karna belia tidak alim, bukan karna beliau kalah di banding yang lain, tetapi
karna tidak ada murid-murid yang menulis nilai-nilai perjuangan beliau,
Maka Bapak-Bapak Ibu-Ibu itulah
sebabnya juga di dalam Al Qur’an Allah juga mengingatkan ” فخلف من بعضهم خلف أضاع الصلا ة واتبعواالشهوات فسوف يلقون غيا ”. Kadang-kadang guru bagus, laguk murid
dek ne keruan pegaweanne, kadang-kadang orang tua bagus tetapi anak cucu dek ne
keruan pegaweanne na’uzubillahi min zalik. Mudah-mudahan kita semua bagus
enggih..! kita saling berdo’a. Kita do’akan semua warga Nahdlatul Wathan yang hadir di sini yang berada di rumah, yang di mana-mana,
kita semua bisa mewarisi nilai-nilai yang baik .
Dari dulu kita bisa mewarisi
nilai-nilai yang baik dari Al Magfurulah. nilai perjuangan kalau di peras,
nilai-nilai pejuangan Al Magfurulah, kan perjuangan Al Magfurulah itu selama
beliau hidup panjang. Usia beliau 65 tahun lebih, beliau berjuang banyak
nilai-nilainya, banyak hikmah-hikmah yang beliau sampaikan, laguk lamun te pres
kita cari intisari-intisarinya, maka ada majmuatul qiyam. Ada nilai-nilai
pokok, ada inti-inti yang dak henti-hentinya beliau ulangi dan sampaikan lek
tiang pelungguh, pertama pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa. Yang paling
utama itu, adalah iman dan taqwa. Ye si nomer skek. Walaupun kita berdarah NW,
keturunan kita NW, selalu hadir di majlis ta’lim NW, namun pekerjaan tidak sesuai
dengan iman dan takwa. Maka orang tersebut bukanlah warga NW, bukanlah murid AL
Magfurulah yang baik. Murid yang baik adalah yang berpegang pada pokok NW, iman
dan Taqwa. Makna dari iman taqwa itu apa? Ini semua yang hadir ini merupakan
hibah ilahiyah. Karunia Allah kepada Al Magfurulah. Puluhan ribu orang datang
setiap Hultah, bahkan ratusan ribu, dan datang tanpa dibayar. Dibayar side
datang Hultah? Ndeeek (jawab jama’ah). Tanya para tokoh politik. Betapa
sulitnya mengumpulkan orang. Teramasuk saat kampanye orang datang itu dibayar.
Toh pada akhirnya banyak yang pulang sebelum acara selesai. Akan tetapi kenapa
AL Magfurulah Maulanasyaikh dikaruniai murid-murid yang ikhlas dan terus
menerus, sehingga tidak perlu bayar. Ini merupakan karunia dari Allah SWT.
Mengapa dikaruniakan rahmat seperti ini, karena memang tujuannya hanya untuk
mendapat ridla Allah, serta perjuangan Maulansyaik berdasarkan tuntunan agama
yang berlandaskan iman dan taqwa.
Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian
yang dirahmati Allah..
Ini pesan tiang leq side selapuk.
NW ini punya banyak madrasah, sudah
memiliki gedung bagus. Syukur??? dan masih banyak pula yang bagus. Ndak
apa-apa, Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memperbaiki, periri
supaya bagus. Banyak sekolah-sekolah yang bagus ini kita senang, karena NW
tidak saja mengandalkan perjuangan yang dilihat oleh mata saja, tidak
mengandalkan sara fisik, tapi perjuangan NW yang utama sanadarannya adalah
dengan berdoa dan bermohon kepada Allah SWT. Itu sebabnya Al Magfurulah Maulanassyaikh
meninggalkan kepada kita tiga warisan. Yakni, Hizib Nahdlatul Wathan, Hizib Nahdlatul Banat dan Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan. Selain ada shalawat-shalawat. Ada Shalawat Nahdlatain,
Shalawat Mifathibabirahmatillah, Shalawat Taisir dan banyak Shalawat dan
do’a-do’a lainnya.
Mengapa Al Magfurulah
Maulanassyaikh, mengijazahkan do’a-do’a, hizib, do’a hishnul mani’ dan banyak
do’a-do’a lainnya? Karena Al Magfurulah ingin menanamkan dan mengajarkan kepada
kita semua, bahwa kekuatan kita tidak berada pada yang terlihat, sandaran kita
bukan kepada bangunan, melainkan kepada yang maha Kuat, yaitu Allah
SWT. Dari mari kita banyak-banyak berdoa. Pokoknya NW, Pokok NW
Iman dan Taqwa.
Yang kedua bapak-Bapak dan Ibu-ibu
saudara sekalian..
Al Magfurulah mengajarkan kepada
kita untuk cinta ilmu. Hubbul Ilmi. Cinta pada ilmu. Maka dalam Nahdlatul Wathan, kemuliaan bukan pada keturunan, kemuliaan bukan pada
jabatan organiasai, akan tetapi kemuliaan adalh pada ilmu pengetahuan. Sai-Sai,
Warga Nahdlatul Wathan, Bisa jadi Pemimpin di Nahdlatul Wathan. Selama dia berilmu, selama dia berakhlaq, selama dia
memegang teguh nilai perjauangan. Tidak mesti harus Zainul Majdi
(beliau menyebut dirinya) sebagai Pemimpin Nahdlatul Wathan. Tidak harus keturunan Al Magfurulah yang jadi pemimpin Nahdlatul Wathan. Selama dia punya ilmu dan akhlaq serta memegang cita-cita
perjuangan. Yang diwarisakan Oleh Al Magfurulah itu, bukan ta’asshub (panatik)
kepada keluarga. Tidak. Melainkan ta’asshub kepada ilmu pengetahuan. Arti
ta’asshub itu berpegang teguh. Al Magfurulah memang sering menyampaikan ayat :
(قل لا أسئلكم عليه أجرا إلا مودة فى القربى)
Tapi bukan berarti, saya sebagai
cucu Al Magfurulah Maulanassyaikh. salah benar yang saya omongkan terus side
milu doang, ndekne ye kenane ino. ndekne ngeno kenane ino. Kalau
keturunan Al Magfurulah Maulanassyaikh itu benar perbuatannya, akhlaknya baik,
ikuti dia. Sebagaimana kita diperintahkan mengikuti siapapun yang berilmu dan
berakhlaq baik. Leguq mune salaq je, peringet ye. Kadang-kadang pegaweande
sipade enggih doang no, sik nyebapang ape-ape ine sisebenarne masi bau
teperiri, jeri sekat tepriri. Ape doang surahangne, enggih doang.
Ajaran (سمعنا
وأطعنا ) betul tetapi (سمعنا وأطعنا في ما يوفق شرع الله ). Kami dengar dan kami taati, pada ajaran yang sesuai tuntunan
Allah. Mune tejak side pade tame reban, mele side?? Ndeeek (jawab jamaah).
ndekne wah Al Magfurulah Maulanassyaikh nejak ite tame reban, leguq Al
Magfurulah nejak ite tame syurge.. ndkne wah. Sai-saine. Zainul Majdi
kah namanya, jabatannya apapun, warga Nahdlatul Wathan harus bisa menjadi
ummat yang cerdas. Pakai akal fikiran yang dipakai oleh Allah. Kedu ye akal no.
Dendek side jari erak lek akhirat, side ngeluh. (لو
كنا نسمع أو نعقل) eeeee coba
laek pada saatku idup lek dunia, ku mele ngadu akalku. Ndekne ngenen
kejarianku. jangan sampai kita seperti itu. Maka mari semua keturunan al
magfurulahu, semua murid-murid al-magfurulahu tampa terkecuali. Mari kita
belajar bersama-sama termasuk saya untuk terus menerus mengamalkan pokok-pokok
perjuangan Hamzanwadi, pokoknya NW pokok NW Iman dan Taqwa, termasuk “Hubbul
‘Ilm” Cinta Kepada Ilmu. Kan Nabi SAW pernah menyampaikan sik aran dengan islam
geh, sik aran dengan islam itu, orang mukmin itu dalam Hadits yang diriwayatkan
oleh Al Imam At-Tirmidzi layyasyba’al mukminu min khairin yasma’uhu hatta
yakuna muntakhodul jannah. Orang yang beriman itu, kata Nabi kita Nabi Besar
Muhammad SAW : Tak pernah bosan, tidak pernah merasa puas, tidak pernah merasa
cukup untuk mendengar ilmu dan mengamalkan ilmu sampai dia sampai
ujungnya, akhirnya masuk ke dalam syurga. Artinya sepanjang hayat kita teh
tebareng-bareng tepacu-pacu nuntut ilmu dan mengamalkan. Mengapalkan penting
bapak ibu, hadirin dan hadirat tidak kalah penting dibanding mencari ilmu itu
sendiri karna munte mete ilmu sekedar untuk kumpul pada diri kita jangan-jangan
erak jari berat ite pada hari kiamat, marak akun kelede sik tetolok lek
bongkorne kitab seluek-luek kitab tetep dek mauk manfaat Na`uzubillahimin
Zalik. Ilmu yang kita pelajari mari te bareng-bareng berusaha ngamalang ye,
banyak majlis-majlis zaman hayat Al Magfurulah maulana syeikh jarak-jarak untuk
ngamalkan juga luar biasa di NTB tidak putus-putusnya tidak hanya satu, dua,
tiga bahkan tak terhitung jalan untuk mengamalkan kebaikan, jalan untuk berbuat
baik.
Apa mengamalkan ilmu itu ? kata
Nabi” "كل معروف صدقة, berbagi kepada orang itu jalan kebaikan. Kata Sahabat: Ya
Rasulullah kalau tidak ada rezeki yang kita bagi bagaimana kita berbuat baik ?
bagaimana kita mengamalkan kebaikan ? ” يعمل بيده
وينفق نفسه ويتصدق” kalau
memang tidak ada yang lebih untuk berbagi kepada orang paling tidak bekerja,
bekerja yang halal, berbuat kebaikan, bermasyarakat dengan baik, ikut bahu
membahu, tolong menolong. Sahabat bertanya: Kalau tidak dapat bagaimana Ya
Rasulullah “يعين ذاالحجاة المعروف “ kalau memang tidak
bisa yaaa paling tidak membantu orang lain. Kata Sahabat : mun ndekne bau
ngumbe ya Rasulullah : يمسك عن الشر " “ paling tidak mun dek te bau
besedekah kalau kita tidak bisa berbagi, tidak mau ikut gotong royong, tidak
mau membantu orang dalam kesusahan paling tidak kita mencegah diri kita dari
berbuat sesuatu yang menyakiti hati orang lain, itu paling rendah tingkatan mun
dek te bau bagus mane-mane dendek te miak sak lenge, laguk masak te mele
mane-mane terus, ah mele mane-mane trus..? Ooo..dek. sik te mele adalah sik
paling atas, sik paling bagus berbuat yang paling baik untuk NTB. Karena NTB
ini amanat Allah, untuk lombok timur,untuk Indonesia,untuk seluruh karna ini
amanat Allah.
Bapak ibu hadirin hadirat yang
berbahagia tentu selain iman taqwa ada juga hubbul‘ilm, ada juga sifat-sifat
yang disampaikan Almagfurlahu Maulanasyaikh banyak disampaikan kepada tiang
pelungguh. Salah satu yang paling sering disampaikan adalah sifat sabar. Sabar
itu, macam-macam bentuknya ada sabar terhadap musibah artinya apa? ya kita
ikhlas, kalau musibah itu terjadi kita ikhlas,
uº_Åèãqbt )Î9sømÏ ru)ÎR¯$! !¬ )ÎR¯$ %s$9äqþ#( BÁÅ7tp× &r¹|»;uF÷gßN )Îs#! #$!©%Ïïût
ada juga sabar yang lain kata ulama,
apa itu? sabar dalam makna berbuat,
Kalau sabar tehadap musibah itu ya
kita terima tetapi untuk hal-hal yang lain termasuk di antaranya ketaatan, amal
sholeh, kesabaran kita adalah di dalam bekerja dan melaksanakannya. Jari dengan
si teruuus menerus beramal shaleh seperti beliau al-magfurulah Maulanasyaikh
adalah orang yang sangat sabar, sabar dalam berbuat kebaikan sik aran
sabar no ndekne sekedar te terimak musibah doang tapi sikap sabar itu adalah keteguhan
dalam kebaikan. Kata imam Al ash-fahani
“الصبر في
مجا هدة النفس” melawan hawa
nafsu kita itu juga bagian dari kesabaran dan kesemuanya di ajarkan oleh Al
Magfurulah ada juga nilai keistiqomahan, istiqomah itu sering di sebutkan oleh
Al Magfurulah bahkan beliau sampaikan “الإستقامة خيرمن
الف كرامة ”, keistikomahan itu
jauh lebih hebat dari seribu macam kekeramatan.
Apa makna istiqomah itu, tetap dalam
yang baik, karna sayyidina Umar ra Iitiqomah itu adalah "لزوم بطريق الخير"
tetap pada yang baik, kata sayyida Utsman Bin Affan istiqomah itu adalah العمل بإخلاص beramal dengan ikhlas, kata sayyidina
Abu Bakr As-Shiddiq istiqomah itu موافق القول العمل cocok
perbuatan dengan ucapan. Semua yang disampaikan oleh sahabat Nabi itu arahnya
sama bahwa istiqomah itu adalah beramal shaleh dengan sebaik-baiknya, ucapan
maupun perbuatan serta berusaha tetap tidak terpengaruh dalam keadaan apapun
walau ada perubahan-perubahan di sekitar kita tapi kita tetap dalam kebaikan,
itulah yang diaajarkan oleh Al Magfurulahu maulanasyaikh. Maka mudah-mudahan
bapak ibu hadirin hadirat sekalian yang berbahagia HULTAH NWDI yang ke 88 ini
kita semua bertasyakkur Alhamdulillah geh,,, Insya Allah Nahdlatul Wathan Fil Khair Nahdlatul Wathan fastabiqul Khairot. Memang bapak ibu hadirin hadirat
sik aran te jari manusia silih berganti generasi, tahun kemarin banyaaak tuan
guru-tuan guru kita hadir tokoh-tokoh kita yang sebagiannya mangkin niki wah
ndekne arak tahun ini meninggal dunia, pejuang-pejuang NW yang tiang ingat
tahun ini meninggal dunia ada Almarhum Bapak Al Ustadz TGH. Fu’ad Mukhtar
Lombok Utara baru meninggal dunia, ada keturunan beliau di sini ? coba berdiri!
ah ini H. Najmul Akhyar. Ini keturunan beliau. Dengan toakne santer isikne
berjuang lek Nahdlatul Wathan ye ampune berkah bijene jari Wakil Bupati Lombok Utara. Ada
Almarhum Al Magfurulah TGH. L. M. Zainuddin Munir, ada hadir keturunan di sini
? subhanallah. Seorang murid Al-Magfurulah Pimpinan Wirid Khusus yang istiqomah
luar biasa pondoknya namanya Tarbiyatul Islam karena beliau faham bahwa islam
itu bisa maju kalau pendidikan itu maju, beliau baru meninggal dunia. Ada
Almarhum anggota Dewan Musytasyar Almarhum TGH. Dr. Djamalullail yang di
Malaysia. beliau juga baru wafat, banyak yang meninggal.
Ada juga pejuang termasuk simpatisan
Nahdlatul Wathan yang sangat cinta kepada anak-anak yatim Almarhum H. M.
DJuaini juga meninggal dunia, banyaak yang sudah meninggal dari tahun ke tahun.
Untuk kita yang masih hidup kita sampaikan semoga yang meninggal dunia tahun
ini mudah-mudahaan beliau-beliau semua diberikan kelapangan oleh Allah SWT
kuburnya menjadi Raudhah Min Riyadhil Jannah. Dan kita semua yang masih hidup
mudah-mudahan bisa meneruskan Bapak-Bapak Ibu-Ibu geh..!
Bapak ibu hadirin hadirat sekalian
yang berbahagia, banyak jalan perjuangan dan kebetulan salah seorang kader Nahdlatul Wathan tiang Muhammad Zainul Majdi
sedang di amanahkan menjadi gubernur NTB, Maka tentu tiang juga menyerukan
kepada pelungguh semua kepada Bapak-Bapak Ibu-Ibu warga Nahdlatul Wathan dimanapun mari kita bangun daerah kita, kita bangun daerah
kita enggih..! yaabani waatoni yajiddu wahai anak-anak negri kita semua, watoni
itu taukid tempat kita lahir disini di NTB, bagi lombok, ya..bagi orang lombok,
sumbawa ya..bagi orang sumbawa, ajiddu washaru tulal layali
bersunguh-sungguhlah, jadi Almagfurulah dekwah tejak te bejorak, wah side te
tejak bejorak sik Al Magfurulah..? dek ne arak bersungguh-sungguh ayok enteh,
teperiri, mari kita perbaiki keadaan kita, washaru tulallayali, bahkan kalau
siang dak cukup malam pun kita pakai untuk bekerja, bukan hanya bekerja buat
anak, bekerja yang lain, beribadah. Itu gambaran dari Al Magfurulah maulana
syeikh waktu itu untuk kebaikan. Hayya gonu nasi dana yaapata sasak bi
indonesia, Eee..pemuda sasak..! mana pemuda-pemuda sasak? coba angkat tangan..!
balligil ayyamawallayaliya ila akhir. Al Magfurulah itu dengan sasak yang
bangga dengan sasaknya, orang NTB yang bangga dengan NTB nya, orang indonesia
yang bangga dengan indonesianya, dan seorang muslim yang tak ada kebanggaan
yang lebih pada diri beliau selain jadi seorang hamba Allah. Itu Al Magfurulah
maulana syeikh baligil ayyamawaliya sampaikan kepada siang dan malam, nahnu
ikhwanustofa kulluna alalwafa kita ini persaudaraan yang dilandasi dengan hati
yang bersih aden te pade-pade bagus kulluna alalwapa kami ini berbakti kami ini
siap melaksanakan yang baik,la lanubali tak peduli dengan tantangan seberat
apapun mayyas ‘alilma’ali kalau niat sudah di tanamkan tujuan sudah jelas
cita-cita kita sudah sepakati bersam, cita-cita perjuangan, cita-cita Nahdlatul Wathan laa..yakhsya lilkhusuli tidak takut dengan apapu selama
kita dalam kebenaran subhan Allah akhir dari syair itu di sebutkan oleh Al
Magfurulah Indonesia antirom zul istihadi jadi sasak ite bukan sask lebu, taok
de sasak lebu ah..? sasak te lebu sasak te sasak yang milu-miluan, kita sasak
kita adalah sasak yang punya inisiatif, sasak yang mau maju, sasak yang tidak
mau ketinggalan, supaya sama dengan saudara-saudara kita yang lain, Samawa,
Eembojo, Jawa semua sama-sama untuk apa..? antirom zul istihadi jadi ternyata
pejuangan Nahdalatul Wathan bukan hanya perjuangan Diniah tetapi juga Wathoniah
membela tanah air, kita bela bersama enggih..! nah ini yang dapat saya
sampaikan harapan tiang besar pada pelungguh semua bahwa jalan untuk kita
berhidmat sebagai warga nahdlatul wathan di NTB, di Lombok Timur di semua tempat itu banyak mari
kita bekerja untuk kebaikan, kita bekerja untuk kebaikan kita majukan terus,
termasuk Lombok Timur kita majukan terus, kita majukan terus Alhamdulillah
selama beberapa tahun terkhir ini memang selapuk lek dunie ni arak doang
kekurangan tetapi kalau orang yang punya kemauan untuk yashadu, yusahidu,
sahadatal wakiq kalau mau membuka matanya dan melihat bagaimana keadaan
daeraahnya maka tidak ada seorang yang bisa menapikan sudah ada banyak bahkan
kemajuan di Lombok Timur yang kita cintai Alhamdulillahirobbil alamiin. Maka
saya sebagi Ketua Umum Dewan Tanfidziah Pengurus Besar NW menyampaikan terima
kasih kepada semua yang bekerja untuk membangun daerah. Karena semangat NW Itu
adalah mendukung yang membangun daerah semangat NW mendukung yang berbuat
kebaikan, kalau saya pribadi mengucapkan kepada Bapak H. M. Sukiman Azmy, trima
kasih kepada Bapak H. M. Syamsul Luthfi. Dan harapan saya besar mudah-mudahan
terus berlanjut beliau berdua insya Allah, terus membangun Lombok Timur, Bapak
H. M. Sukiman Azmi beserta Bapak H. M. Syamsul Luthfi bersama-sama terus untuk
membangun Lombok Timur Mudah-mudahan di beri kemudahan oleh Allah SWT bapak ibu
sepakat dengan apa yang tiang sampaikan..? sepakat..dengan meneruskan yang baik
dan kalau ada kekurangan te bareng-bareng pade meririk ye..? itu semangat Nahdlatul wathan, jari ye mari te pade bareng-bareng sik bagus, apabila ada
kurang mari sama-sama kita perbaiki. Nah jadi ini ucapan terima kasih saya dan
harapan saya mudah-mudahan bisa terus berlanjut harapan kita semua
mudah-mudahan geh bisa terus berlanjut membangun Lombok Timur lebih bagus lagi
di masa-masa yang akan datang .
Demikian yang dapat tiang sampaikan,
pokoknya NW pokon NW Iman dan Taqwa, tiang ajak pelungguh semua, ada satu lagu
yang lupa, bukan lupa mungkin di hati kita sudah kita nyanyikan bersama tapi
belum dinyanyikan dikesempatan ini. Saya minta kita sama-sama menyanyikan Anti
Ya Pancor Bilady, ayo di mulai ; Antiya Pancor Biladi – Sampai Akhir. Al
magfurulah menyampaikan bahwa Wathani Ruhiy Fida’u, e tanah tumpah darahku, e
NTB, e Lombok Timur, e Pancor Ruhiy Fi Dau ruh saya adalah penebus untukmu
artinya selapuk sik arak lek aku ku kadu untuk memperjuangkan supaya engkau
maju, itu semangat perjuangan Nahdlatul Wathan. Naaah sudah, e mudah-mudahan te bau teterusan ndeh
mudah-mudahan amin ya Rabbal Alamin. Demikian yang dapat saya sampaikan,
silahkan pelungguh semua setelah selessai Hultah, shalat Zuhur dan pulang ke
tempat masing-masing dengan tenang, tertib Insya Allah selamat semuanya. Amin
Ya Rabbal Alamin
والله
الموفق والهادي إلى سبيل الرشاد
والسلام
عليكم ورحمة الله وبر كاته





Tidak ada komentar:
Posting Komentar